Kisah Pelajar Menolong Polisi Terbakar di Cianjur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohammad Ridwan Suryana, pelajar SMK Pasundan Cianjur yang sedang magang di Kantor Staf Wakil Bupati Cianjur menolong seorang polisi yang terbakar saat aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Pemkab Cianjur, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2019. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    Mohammad Ridwan Suryana, pelajar SMK Pasundan Cianjur yang sedang magang di Kantor Staf Wakil Bupati Cianjur menolong seorang polisi yang terbakar saat aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Pemkab Cianjur, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2019. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    TEMPO.CO, Jakarta - Foto seorang pelajar tengah menolong anggota polisi terbakar di Cianjur viral. Pelajar itu diketahui bernama Mohammad Ridwan Suryana. Adapun polisi yang ditolongnya adalah Aiptu Erwin.

    Siswa Kelas XII Jurusan Akuntansi di Sekolah Menengah Kejuruan Pasundan Cianjur, akan mendapatkan penghargaan dari pihak kepolisian.

    Aiptu Erwin diketahui menjadi salah satu dari 3 polisi terbakar saat mengamankan unjuk rasa di dekat kantor Bupati Cianjur pada Kamis, 15 Agustus 2019. Erwin kini dirawat di RS Polri Kramat Jati.

    Kepala Kepolisian Resor Cianjur, Ajun Komisaris Besar Soliyah, mengaku terharu sekaligus mengapresiasi usaha yang dilakukan Ridwan Suryana menolong anak buahnya.

    Menurut Soliyah, pihaknya akan memberikan penghargaan sebagai bentuk terima kasih atas usaha mulia yang dilakukan pelajar tersebut.

    "Kami akan memberikan reward sebagai bentuk terima kasih kepada pelajar yang menolong anak buah saya saat mengawal aksi yang berbuntut ricuh itu," ujar Soliyah di Cianjur, Jumat 16 Agustus 2019.

    Ridwan yang ditemui Tempo mengaku apa yang dilakukannya merupakan aksi spontan.

    "Saat itu jam 11.30 WIB, jam istirahat. Saya beli jajan, kebetulan lihat ada demo mahasiswa di depan gerbang Pendopo," kata Ridwan.

    Saat itu, Ridwan melihat langsung seseorang berlari dengan kondisi tubuh terbakar. Ia tidak berani mendekat karena situasinya sangat mengerikan. Setelah api dipadamkan, sosok tubuh terbakar itu terbaring di tepi jalan sendirian.

    "Saya enggak ikut memadamkan api karena ngeri. Setelah api padam, korban itu terbaring sendirian di trotoar. Saya beranikan diri mendekat kasih minuman. Saat itu korban teriak-teriak sambil kejang, saya tenangin dan kepalanya itu saya sandarkan ke tangan," tutur Ridwan.

    Pelajar yang berdomisili di Kampung Jangari Kidul, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, itu hanya bisa berteriak-teriak meminta pertolongan. Setelah itu, baru beberapa anggota kepolisian dan Satuan Pamongpraja Kabupaten Cianjur mendekat.

    "Mereka kemudian menyetop angkutan umum untuk membawa korban ke rumah sakit. Saya juga ikut menggotong tubuh korban yang setengah tak sadarkan diri itu," kata Ridwan.

    Ridwan mengaku sebelumnya tak mengenal polisi terbakar itu. Dia melakukan pertolongan karena kasihan serta tak ada orang lain yang menolong.

    "Saya baru tahu nama beliau Bapak Aiptu Erwin setelah ramai di pemberitaan. Saya menolong beliau karena terkapar sendirian dalam kondisi parah. Mungkin yang lain sedang panik, jadi tak ada yang sempat memberi pertolongan," kata Ridwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.