Jokowi Ingin Jaksa Agung Nonpartai, Surya Paloh: Bisa Bobrok Juga

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan usai menggelar pertemuan tertutup di DPP NasDem, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan usai menggelar pertemuan tertutup di DPP NasDem, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku tak masalah jika Presiden Terpilih Joko Widodo atau Jokowi menginginkan Jaksa Agung diisi dari sosok dari nonpartai.

    "Terserah. Tapi belum tentu, siapa bilang lebih baik. Kan belum tentu juga. Bisa lebih bobrok juga," ujar Surya Paloh, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Surya Paloh mengatakan bahwa partainya tidak masalah jika portofolio Jaksa tak lagi diberikan kepada Nasdem. "Tidak ada masalah dari Nasdem. Apa masalahnya? Kalau hari ini juga enggak cocok dengan presiden, juga enggak masalah. Kami sungguh-sungguh, jangan ragukan komitmen kami," ujar Surya Paloh penuh dengan nada penekanan.

    Bos Media Group itu menekankan, jika Jokowi tidak puas dengan kinerja H.M. Prasetyo saat ini, dia persilakan untuk diganti secepatnya. "Kalau presiden mau ubah, jangankan tunggu sebulan lagi, kalau hari ini mau diganti memang kenapa? Kalau itu memang untuk keperluan kita bersama, tidak apa-apa," ujar Surya.

    Presiden Jokowi membuka peluang untuk memilih Jaksa Agung di luar partai. Pentolan korps Adhyaksa saat ini, H.M. Prasetyo merupakan pensiunan jaksa yang kemudian bergabung ke NasDem.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.