Adian Napitupulu Grogi Ditanya soal Sinyal Menteri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan aktivis 98 Adian Napitupulu (kanan) bersama Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat mengikuti diskusi kebangsaan dan buka puasa bersama mantan aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 29 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan aktivis 98 Adian Napitupulu (kanan) bersama Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat mengikuti diskusi kebangsaan dan buka puasa bersama mantan aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 29 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Adian Napitupulu digoda oleh sejumlah orang ihwal namanya yang disebut-sebut sebagai calon menteri. Momen ini terjadi saat Adian keluar sebentar dari Ruang Rapat Paripurna I yang menjadi lokasi sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Adian yang memegang gelas kopi cuma tersipu-sipu mendengar godaan itu. Dia pun menghindar saat ditanya ihwal pertemuan dengan presiden terpilih Joko Widodo beberapa hari lalu. Adian hanya membenarkan bahwa dirinya dipanggil oleh Presiden.

    "Cuma dipanggil doang, iye," kata dia, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Adian juga tak menjawab saat diberondong dengan berbagai pertanyaan lainnya. Dia malah meminta agar dirinya tak ditanya-tanya. "Janganlah, tolonglah, jangan tanya. Nanti kan ada waktunya, kami jelaskan terbuka," kata mantan aktivis 1998 ini.

    Ditanya soal sinyal dari Jokowi bahwa dirinya akan menjadi menteri, Adian lagi-lagi diam. Dia menangkupkan tangan seperti meminta agar pertanyaan disudahi.

    "Jadi grogi gue hahaha. Udahlah, udah," kata dia.

    Pada pertengahan Juni lalu, Jokowi hadir dalam acara yang digawangi Adian, yakni Halal Bihalal bersama aktivis '98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Ahad, 16 Juni 2019.

    Ketika itu, Jokowi memberi sinyal bahwa para aktivis 1998 memiliki potensi untuk menjadi menteri di kabinet mendatang. Jokowi mengatakan, dirinya banyak mendengar tentang aktivis '98 yang menjadi kepala daerah ataupun anggota parlemen, tapi belum ada pelopor reformasi itu yang menjadi menteri di kabinet.

    "Saya mendengar banyak aktivis '98 yang menjadi anggota DPR, kepala daerah, saya lihat di menteri belum. Bisa saja kenapa tidak, dengan kemampuan yang ada, bisa saja," ujar Jokowi dalam acara Halal Bihalal bersama aktivis '98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Ahad, 16 Juni 2019.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.