Polri Sebut Penanganan Kasus Karhutla Meningkat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau berusaha memadamkan semak belukar yang terbakar saat terjadi kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Rabu, 31 Juli 2019. Satgas Karhutla Provinsi Riau terus berupaya melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau, agar bencana kabut asap tidak terulang kembali. ANTARA

    Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau berusaha memadamkan semak belukar yang terbakar saat terjadi kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Rabu, 31 Juli 2019. Satgas Karhutla Provinsi Riau terus berupaya melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau, agar bencana kabut asap tidak terulang kembali. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami peningkatan hingga mencapai 100 kasus.

    "Total semua kasus jadi ada 100 kasus kebakaran hutan yang ditangani empat Polda yaitu Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah," kata Dedi di Markas Besar Polri, Jakarta, pada Kamis, 15 Agustus 2019.

    Dedi juga menjelaskan, peningkatan kasus itu juga dibarengi dengan peningkatan tersangka menjadi 87 tersangka. "Dari 87 itu, 86 pelaku individu dan 1 korporasi," kata Dedi.

    Dia merinci, untuk Polda Riau sebelumnya terdapat 29 kasus dan saat ini menjadi 35 kasus. Jumlah tersangka sebelumnya 20 orang sekarang menjadi 35. Satu tersangka adalah korporasi dan kini 5 saksi masih diperiksa oleh kepolisian.

    Untuk Polda Kalbar, sebelumnya terdapat 14 kasus dan kini menjadi 26 kasus. Tersangkanya meningkat dari 18 menjadi 30 tersangka. "Untuk Kalbar belum ditemukan korporasi," ucapnya.

    Selain itu, titik api di sejumlah hutan dan lahan hari ini mengalami penurunan jumlah. Melalui satelit 8, kemarin tercatat 1064 hot spot. Setelah dilakukan patroli oleh pasukan, kini jumlahnya menjadi 1058 titik.

    "Tidak signifikan tapi menurun. Berarti sudah ada upaya Polda dengan TNI dan Pemda lakukan pemadaman," katanya.

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.