Jokowi Sebut Jaksa Agung Nonpartai, NasDem: Sesuai Harapan Kami

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy dan Anggota Pansus RUU Pemilu Johnny G. Plate usai mengikuti proses lobi antar fraksi di ruang rapat panitia kerja paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta-Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat Johnny G. Plate menanggapi pernyataan presiden terpilih Joko Widodo bahwa Jaksa Agung berikutnya tak berasal dari partai politik. Johnny mengklaim keputusan Jokowi itu sesuai dengan harapan NasDem.

    "Memang itu harapannya NasDem. Jaksa Agung itu orang profesional yang tidak dari parpol," kata Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

    Johnny berujar Jaksa Agung 2014-2019, M. Prasetyo, seorang profesional. Meskipun Prasetyo merupakan pensiunan Korps Adhyaksa yang kemudian bergabung ke Partai NasDem.

    Menurut Johnny, Prasetyo sudah diberhentikan dari NasDem sejak didapuk menjadi Jaksa Agung. Dia berujar bakal menghormati keputusan Jokowi dalam menunjuk Jaksa Agung berikutnya. Kata Johnny, Jokowi bisa saja mendapuk orang dari internal kejaksaan maupun profesional lainnya yang berkompeten.

    "Siapa pun orangnya, kita tunggu saja," kata Johnny. Meski begitu, Johnny tak ingin dibatasi bahwa jaksa agung berikutnya bukanlah orang yang berafiliasi atau didukung NasDem. "Jangan membatasi NasDem tidak boleh."

    Jokowi sebelumnya menegaskan bahwa Jaksa Agung berikutnya bukan dari partai politik. Dia mengatakan secara historis Jaksa Agung bisa berasal dari internal kejaksaan maupun luar kejaksaan. Namun Jokowi belum merinci latar belakang orang yang bakal didapuknya memimpin Korps Adhyaksa.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.