Jokowi Kelar Susun Kabinet, PPP Hanya Manut

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani sebelum memasuki lokasi Debat Capres Kelima, Hotel Sultan, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani sebelum memasuki lokasi Debat Capres Kelima, Hotel Sultan, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - PPP belum mengetahui jatah menteri yang akan diberikan Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi dalam kabinet mendatang.

    "Kepada PPP, Pak Jokowi hanya menyampaikan bahwa kami tetap diminta beliau (di kabinet), akan diberi portofolio, dan kemudian apa portofolionya, sampai sekarang belum diberitahu," ujar Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan pada Kamis, 15 Agustus 2019.

    Ketika ditanya apakah artinya Jokowi memfinalkan susunan kabinet tanpa berbicara dengan partai-partai, Arsul menyebut partainya hanya manut. "Ya karena itu kan hak prerogatif presiden, kan boleh juga presiden memfinalkan apa yang terbaik menurut presiden," ujar dia.

    Dengan posisi saat ini, PPP mengaku tak masalah mendapat jatah kursi menteri berapa pun. "Kami mau sedikit, mau banyak, tidak apa-apa," ujar Arsul.

    Dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media di Istana Negara, kemarin, Jokowi menyebut susunan kabinet untuk periode kedua pemerintahannya telah final dan siap diumumkan kapan saja. Komposisinya, 45 persen dari partai dan 55 persen dari profesional.

    “Bisa segera diumumkan, karena pasar juga sudah menunggu untuk kepastian,” kata presiden terpilih itu, kepada para pemimpin redaksi media massa, yang diundang dalam jamuan makan siang di Istana Merdeka, Rabu, 14 Agustus 2019.

    BUDI SETYARSO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.