KPK Tetapkan Kepala KPP PMA3 Tersangka Suap Restitusi Pajak

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Konpers pengembangan kasus dugaan suap perizinan Meikarta oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 29 Juli 2019. TEMPO/Andita Rahma

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga, Kantor Wilayah Jakarta Yul Dirga menjadi tersangka suap.

KPK menyangka dia dan tiga anak buahnya menerima suap sebesar Rp 1,8 miliar dari Komisaris Utama PT WAE Darwin Maspolim agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE.

"Kami sangat menyesalkan terjadinya suap dan kongkalikong tim pemeriksa pajak dengan wajib pajak," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

Tiga anak buah Yul yang diduga juga ikut menerima suap itu ialah Hari Sutrisno, Jumari dan M. Naik Fahmi. Ketiganya merupakan tim pemeriksa pajak untuk WAE.

PT WAE adalah perusahaan Penanaman Modal Asing yang menjalankan bisnis  sebagai dealer dan pengelola layanan sales, services, spare part dan body paint untuk mobil mewah merek Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda.

KPK menyangka Yul dan tiga anak buahnya menerima suap Rp 1,8 miliar dari Darwin. Suap diberikan agar pejabat pajak itu menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp 5,03 miliar dan tahun pajak 2016 sebesar Rp 2,7 miliar.

Saut mengatakan menurut pemeriksaan tim pajak, pada 2015 dan 2016, PT WAE mengajukan restitusi atau permintaan pengembalian kelebihan bayar pajak kepada KPP PMA 3.

Menurut hasil pemeriksaan lapangan, tim menemukan jumlah pajak yang dibayarkan oleh PT WAE untuk dua tahun itu justru kurang, bukannya lebih.

Kemudian para tersangka menawarkan bantuan agar pengajuan itu bisa disetujui, dengan membayar sejumlah uang. Darwin setuju dan menyerahkan uang sebanyak US$ 73.700 pada 2015 dan US$ 57.500 pada 2016.






KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

1 menit lalu

KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

KPK memeriksa sejumlah pejabat dan karyawan Universitas Lampung (Unila) terkait tindak pidana suap yang melibatkan mantan Rektor Unila Karomani


KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

57 menit lalu

KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.


Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

2 jam lalu

Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

Partai Demokrat menyiapkan bantuan hukum untuk kadernya sekaligus Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang terjerat kasus korupsi oleh KPK.


Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

2 jam lalu

Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

3 jam lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.


Jokowi Sebut RI Hadapi Tantangan Berat Ekonomi Global: Bukan Barang Gampang, Tapi...

3 jam lalu

Jokowi Sebut RI Hadapi Tantangan Berat Ekonomi Global: Bukan Barang Gampang, Tapi...

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai saat ini Indonesia menghadapi tantangan perekonomian global yang cukup sulit.


Soal Kasus Lukas Enembe, AHY Duga Ada Intervensi Elemen Negara

3 jam lalu

Soal Kasus Lukas Enembe, AHY Duga Ada Intervensi Elemen Negara

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membeberkan dua intervensi oleh elemen negara yang pernah dialami Lukas Enembe.


3 Fakta tentang Johanis Tanak Pimpinan Baru KPK

3 jam lalu

3 Fakta tentang Johanis Tanak Pimpinan Baru KPK

Komisi III DPR menyetujui Johanis Tanak untuk menggantikan Lili Pintauli Siregar sebagai Wakil Ketua KPK


Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

16 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

Obat dari Singapura untuk Gubernur Papua Lukas Enembe telah tiba di Jayapura sejak tiga hari lalu. Kini kesehatannya membaik.


Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

16 jam lalu

Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

Yudi menyatakan Febri Diansyah dan Rasamala selama ini dipercaya publik, sebab itu dia meminta keduanya mundur dari pengacara Putri Candrawathi.