KPK Tetapkan Kepala KPP PMA 3 Jakarta Tersangka Suap Restitusi Pajak

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 12 Juni 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 12 Juni 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga, Kantor Wilayah Jakarta Yul Dirga menjadi tersangka suap. KPK menyangka dia dan tiga anak buahnya menerima suap sebesar Rp1,8 miliar dari Komisaris Utama PT WAE Darwin Maspolim agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE.

    "Kami sangat menyesalkan terjadinya suap dan kongkalikong tim pemeriksa pajak dengan wajib pajak," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmeang di kantornya Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

    Tiga anak buah Yul yang diduga juga ikut menerima suap itu ialah Hari Sutrisno, Jumari dan M. Naik Fahmi. Ketiganya merupakan tim pemeriksa pajak untuk WAE. PT WAE adalah perusahaan Penenaman Modal Asing yang menjalankan bisnis
    sebagai dealer dan pengelola layanan sales, services, spare part dan body paint untuk mobil merk Jaguar, Bentley, Land Rover dan Mazda.

    KPK menyangka Yul dan tiga anak buahnya menerima suap Rp1,8 miliar dari Darwin. Suap diberikan agar pejabat pajak itu menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp5,03 miliar dan tahun pajak 2016 sebesar Rp2,7 miliar.

    Saut mengatakan menurut pemeriksaan tim pajak, pada 2015 dan 2016, PT WAE mengajukan restitusi atau permintaan pengembalian kelebihan bayar pajak kepada KPP PMA 3. Menurut hasil pemeriksaan lapangan, tim menemukan jumlah pajak yang dibayarkan oleh PT WAE untuk dua tahun itu justru kurang, bukannya lebih.

    Kemudian para tersangka menawarkan bantuan agar pengajuan itu bisa disetujui, dengan membayar sejumlah uang. Darwin setuju dan menyerahkan uang sebanyak US$73.700 pada 2015 dan US$57.500 pada 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.