Jokowi dan Surya Paloh Bertemu di Singapura Seusai Kongres V PDIP

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Teras Belakang Istana Merdeka, Jakarta, 22 November 2016. Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh ini masih dalam rangka kelanjutan konsolidasi setelah unjuk rasa besar-besaran di sekitar Istana pada 4 November lalu. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Teras Belakang Istana Merdeka, Jakarta, 22 November 2016. Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh ini masih dalam rangka kelanjutan konsolidasi setelah unjuk rasa besar-besaran di sekitar Istana pada 4 November lalu. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta-Di tengah dinamika penyusunan kabinet, presiden terpilih Joko Widodo sempat bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh. Pertemuan dikabarkan berlangsung di Singapura di sela kunjungan Jokowi ke negara tersebut dan Malaysia pada 8-9 Agustus lalu.

    Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate membenarkan pertemuan itu, tetapi menampik perjumpaan itu direncanakan. Menurut Johnny, dia dan Surya Paloh memang melakukan perjalanan bisnis ke Singapura dan Kuala Lumpur pada waktu itu.

    "Saya dan ketua umum mempunyai agenda pertemuan di luar semuanya ini di Kuala Lumpur dan Singapura. Kami tidak tahu ada agenda Presiden di sana. Jangan diartikan macam-macam," kata Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

    Johnny tak merinci di mana tepatnya Surya Paloh bertemu Jokowi. Mengaku tak ikut dalam pertemuan, dia pun mengklaim Surya Paloh dan Jokowi hanya sebentar bersua. "Saya waktu itu pergi, ada rapat di luar, enggak ikut-ikut," ujarnya.

    Johnny membantah pertemuan itu untuk membahas ihwal penyusunan menteri kabinet Jokowi di periode kedua nanti. Johnny mengklaim, partainya menyerahkan sepenuhnya urusan penyusunan kabinet kepada Jokowi.

    Menurut Johnny, Jokowi juga telah membahas persoalan menteri dengan para ketua umum partai koalisinya. Namun pembahasan yang berlangsung baru sebatas bilateral antara Jokowi dan ketua umum partai secara bergantian, belum bersama-sama. "Diskusi itu ada di mana-mana di banyak tempat dengan ketua-ketua partai politik," ucapnya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.