PDIP Dukung Jokowi Bentuk Dua Kementerian Baru

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri dialog kebangsaan yang digelar oleh GMNI di Jakarta Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Halida Bunga Fisandra

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri dialog kebangsaan yang digelar oleh GMNI di Jakarta Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Halida Bunga Fisandra

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendukung penuh rencana Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membentuk dua kementerian baru, yaitu kementerian digital dan ekonomi kreatif dan kementerian investasi.

    "Apa yang diputuskan Presiden Jokowi sejalan dengan hasil keputusan Kongres V Partai, khususnya terkait dengan desain DPP PDIP dan desain kabinet yang senafas," ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto lewat keterangan tertulis pada Rabu, 14 Agustus 2019.

    Rencana pembentukan dua kementerian baru ini disampaikan Jokowi dalam acara makan siang bersama sejumlah pimpinan redaksi media di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Hasto menyebut, dukungan diberikan karena nomenklatur baru kabinet ini sejalan dengan struktur baru DPP yang diputuskan dalam Kongres V PDIP di Bali 8-10 Agustus lalu.

    Dalam struktur baru DPP PDIP, ada sejumlah bidang yang diperluas dan berganti nama menyesuaikan struktur kabinet Jokowi di periode mendatang. Diantaranya, Bidang Ekonomi Kreatif diubah menjadi Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital. 

    Usai acara Kongres V PDIP di Bali lalu, Hasto mengatakan, kongres memutuskan untuk menyerahkan rancangan struktur kabinet kepada presiden, yang penting agenda strategis sesuai seperti yang dijabarkan partai. Sementara struktur DPP yang baru dibentuk, ujar dia, sudah menyesuaikan nomenklatur kabinet di masa mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.