Ini Kata PKB soal Menteri Jokowi dari Partai Cuma 45 Persen

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan, saat  mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan, saat mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Jazilul Fawaid mengaku partainya mengikuti apa pun keputusan presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi ihwal jatah menteri di kabinet mendatang. Jokowi sebelumnya mengumumkan, 45 persen kabinetnya bakal diisi perwakilan partai, sisanya profesional nonpartai.

    "PKB manut pada Pak Jokowi sebab itu hak presiden," kata Jazilul melalui pesan singkat, Rabu malam, 14 Agustus 2019.

    Jazilul mengklaim, partainya mementingkan soliditas dan kebersamaan untuk menyokong pemerintahan Jokowi di periode kedua nanti. Jazilul juga mengaku belum mendapat info berapa jatah menteri untuk partainya.

    Kendati begitu, dia berharap PKB mendapat portofolio yang diinginkan. "Semoga diberikan yang terbaik sesuai harapan," kata dia.

    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam beberapa kesempatan berharap mendapatkan jatah sepuluh menteri di kabinet Jokowi. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan, PKB ingin berkontribusi di kementerian yang berkaitan dengan ekonomi masyarakat dan pendidikan.

    Dia tak menampik saat ditanya soal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pendidikan. "Mungkin di bidang yang menyangkut masyarakat banyak, pendidikan," kata Daniel di kawasan Cikini, Sabtu, 6 Juli lalu.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | EGI ADYATAMAv


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.