Fadli Zon Ingin Tetap di DPR agar Leluasa Mengkritisi Pemerintah

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, berbicara kepada wartawan selepas rapat paripurna, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Selasa 28 Mei 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, berbicara kepada wartawan selepas rapat paripurna, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Selasa 28 Mei 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku siap jika ditunjuk menjadi wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 2019-2024. Fadli mengklaim cocok menyuarakan aspirasi rakyat di parlemen.

    Meski begitu, Fadli menyerahkan masalah penunjukan pimpinan DPR ini kepada Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. "Saya sih siap aja kalau dicalonkan lagi, namanya tugas kan. Nanti tergantung kepada Pak Prabowo. Tapi rasanya sih saya lebih cocok menyuarakan suara rakyatlah," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Nama Fadli Zon sebelumnya disebut-sebut sebagai kandidat kuat pimpinan DPR dari Partai Gerindra. Sebagai partai pemenang ketiga pemilihan legislatif 2019 dari segi perolehan kursi, Gerindra berhak menempati posisi wakil ketua DPR.

    Fadli juga menanggapi kemungkinan dirinya ditempatkan sebagai pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Namun, menurut Fadli, konstituennya lebih menginginkan dia tetap di DPR. Fadli pun merasa lebih leluasa menyampaikan aspirasi rakyat jika menjadi pimpinan DPR. Dia mengaku juga akan lebih bebas dalam mengkritik kebijakan pemerintah nantinya.

    "Saya sih lebih memilih di DPR-lah ya, karena kita bisa lebih bebas dalam menyampaikan aspirasi rakyat, kita juga bisa lebih kritis. Dan kekritisan itu juga penting bagi pemerintah," kata Fadli yang juga merupakan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 ini.

    Kendati begitu, Fadli mengaku belum menerima kepastian dari Prabowo. Ihwal beredarnya nama Sufmi Dasco Ahmad sebagai kandidat pimpinan DPR, Fadli mengklaim ada juga nama lainnya. "Saya kira mungkin ada juga ada nama-nama lain mungkin, jangan-jangan ada sepuluh nama, enggak ada masalah," ujarnya. "Kami serahkan ke Pak Prabowo aja biar beliau menilai."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ARKHELAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.