Kelar Susun Kabinet, Jokowi Pastikan Ada Kementerian Baru

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso (kiri) memberikan penghargaan Tunas Kencana kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah), dalam peringatan HUT Pramuka ke-58 di Bumi Perkemahan, Cibubur, Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019. Jokowi mendapatkan penghargaan tertinggi dalam gerakan Pramuka. TEMPO/Subekti.

    Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso (kiri) memberikan penghargaan Tunas Kencana kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah), dalam peringatan HUT Pramuka ke-58 di Bumi Perkemahan, Cibubur, Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019. Jokowi mendapatkan penghargaan tertinggi dalam gerakan Pramuka. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan 45 persen kabinet barunya diisi oleh menteri yang berasal dari kalangan partai politik. Sedangkan sisanya adalah profesional.

    Dengan telah ditetapkannya komposisi kabinet, Jokowi juga menyampaikan akan ada perubahan nomenklatur kementerian. "Ada. Ada (kementerian) yang digabung, ada (kementerian) yang baru," kata Jokowi di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Jokowi tak menyebutkan kementerian mana yang digabung dan yang baru. Namun, dalam periode pertamanya, perubahan nomenklatur di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat digabung menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat.

    Kemudian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diubah menjadi Kementerian Pariwisata. Sedangkan ekonomi kreatif menjadi sebuah badan bernama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

    Sebelumnya dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa, Jokowi mengungkapkan telah selesai menyusun anggota kabinet, untuk periode kedua di pemerintahannya. Ia menyebut pengumuman nama-nama menteri itu bisa dilakukan kapan saja.

    “Bisa segera diumumkan, karena pasar juga sudah menunggu untuk kepastian,” kata presiden terpilih itu, kepada para pemimpin redaksi media massa, yang diundang dalam jamuan makan siang di Istana Merdeka, Rabu 14 Agustus 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.