Polri Menuding Tim Kemanusiaan Nduga Simpatisan OPM

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan saat rilis kasus narkotika jaringan internasional di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan saat rilis kasus narkotika jaringan internasional di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri membantah tuduhan bahwa mereka dan TNI jadi biang ketidakstabililan keamanan dan sosial di Kabupaten Nduga, Papua.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengklaim aparat TNI dan Polri yang berada di Kabupaten Nduga telah memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat Nduga.

    Sebelumnya Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga menyebut bahwa keberadaan TNI dan Polri adalah penyebab ketidakstabilan dan konflik di Nduga. Dedi menampik tudingan itu lantaran menurutnya pendapat itu diberikan oleh simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

    "Itu kan pendapatnya simpatisan KKB, yang tidak bisa leluasa mengintimidasi masyarakat dan mengontrol distriknya karena jaminan keamanan selalu diberikan TNI - Polri setiap saat," kata Dedi kepada Tempo pada Rabu, 14 Agustus 2019.

    Ketika ditanya mengenai dampak trauma dan jumlah korban meninggal dunia akibat rasa takut yang dirasakan masyarakat Nduga terhadap aparat, Dedi mengatakan itu hanya anggapan para simpatisan.

    "Katanya mereka kan. Faktanya masyarakat merasa aman dan dapat menjalankan aktivitasnya sehari-hari dengan baik," kata Dedi.

    Sebelumnya, Theo Hesegem, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papuabyang tergabung dalam Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga menganggap pasukan TNI dan Polri biang dari ketidakstabilan keamanan dan sosial di Kabupaten Nduga. Maka dia meminta Presiden Jokowi segera menarik pasukan dari sana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.