Bowo Sidik Pangarso Justice Collaborator, Siapa Dibidik?

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Bowo kembali menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Bowo kembali menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa perkara suap dalam pengangkutan pupuk Bowo Sidik Pangarso mengajukan diri menjadi justice collaborator kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Bowo Sidik anggota DPR Komisi VI nonaktif dari Fraksi Partai Golkar.

    "Pengajuan JC dilakukan saat proses penyidikan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah hari ini, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Bowo Sidik Pangarso pernah menyatakan mendapatkan uang dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebanyak Rp 2 miliar dalam pecahan Dolar Singapura. Sumber Tempo mengatakan Bowo mengungkapkannya kepada penyidik KPK pada Selasa, 9 April 2019.

    Bowo Sidik Pangarso menceritakan uang tersebut menjadi bagian dari duit Rp 8 miliar di dalam 400 ribu amplop untuk serangan fajar Pemilu 2019. Pemeriksaan 9 April tersebut merupakan kali pertama dia diperiksa sebagai tersangka kasus suap kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia.

    Menteri Enggartiasto Lukita menerima tim Majalah Tempo selama satu setengah jam di ruangannya di Kemendag pada Kamis, 18 April 2019. Dia mengungkapkan banyak hal, namun meminta seluruh penjelasannya tidak dikutip.

    Febri mengatakan KPK bakal memantau keseriusan dan konsistensi Bowo Sidik. Ada sejumlah syarat justice collaborator, yaitu Bowo Sidik Pangarso bukan pelaku utama, mengakui perbuatannya, mengembalikan aset hasil korupsi, serta membuka peran pelaku lain yang lebih besar.

    AJI ROSSENO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.