Selesai Susun Kabinet, Jokowi Pastikan 45 Persen dari Partai

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Joko Widodo dan Iriana Jokowi tiba dalam Peringatan Hari Kemerdekaan Negara Singapura ke-54 di Singapura 9 Agustus 2019. REUTERS/Edgar Su

    Presiden Indonesia Joko Widodo dan Iriana Jokowi tiba dalam Peringatan Hari Kemerdekaan Negara Singapura ke-54 di Singapura 9 Agustus 2019. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan telah selesai menyusun anggota kabinet, untuk periode kedua di pemerintahannya. Ia menyebut pengumuman nama-nama menteri itu bisa dilakukan kapan saja.

    “Bisa segera diumumkan, karena pasar juga sudah menunggu untuk kepastian,” kata presiden terpilih itu, kepada para pemimpin redaksi media massa, yang diundang dalam jamuan makan siang di Istana Merdeka, Rabu 14 Agustus 2019.

    Menurut Jokowi, 55 persen dari jumlah menteri berasal dari kalangan profesional yang dia pilih. Sisanya merupakan usulan dari partai politik. Ditanyakan apakah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengusungnya dan merupakan pemenang pemilu legislatif akan mendapat jatah terbanyak, ia menjawab diplomatis, “Nanti kalau paling sedikit, ditanyakan lagi, kenapa paling sedikit?”

    Jokowi menyebutkan, kabinetnya merepresentasikan semangat kebangsaan. Selain perwakilan partai politik, ia mengakui mempertimbangkan faktor daerah, agama, gender, latar belakang organisasi kemasyarakatan, dan usia dalam menentukan calon menteri. Ia pun menyatakan, usaha kaderisasi pemimpin masa depan juga menjadi bagian penting kabinet mendatang.

    Jokowi memang mendapat banyak sorotan terkait penyusunan kabinet untuk periode kedua pemerintahannya. Tak hanya dari partai politik pengusung dia di pilpres lalu, Jokowi juga mendapat banyak saran terkait pembentukan kabinetnya.

    Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga sempat menemui Jokowi di Istana. Dalam kesempatan itu, BPIP menyarankan agar Jokowi membentuk kabinet zaken, atau hanya diisi oleh kalangan profesional.

    BUDI SETYARSO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.