Kelompok Bersenjata Serang Polisi Saat Olah TKP Briptu Hedar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Briptu Hedar bertugas di Kepolisian Daerah Papua selama empat tahun sejak Januari 2015. Sebelumnya, ia mengikuti pendidikan Diktuk Brigadir Polri Gasum Tahun 2014 di SPN Jayapura dan lulus dalam waktu tujuh bulan. Istimewa

    Briptu Hedar bertugas di Kepolisian Daerah Papua selama empat tahun sejak Januari 2015. Sebelumnya, ia mengikuti pendidikan Diktuk Brigadir Polri Gasum Tahun 2014 di SPN Jayapura dan lulus dalam waktu tujuh bulan. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok Kriminal Bersenjatan (KKB) diduga menyerang tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Papua dan Satreskrim Polres Puncak Jaya saat olah kejadian kematian Briptu Hedar yang telah naik pangkat menjadi Brigpol Anumerta .

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan olah TKP dilakukan pada Selasa, 13 Agustus 2019 pukul 11.00 WIT. Kemudian pada pukul 11.27 WIT anggota mendapat tembakan dari arah seberang kali.

    "Masih diserang sama kelompok bersenjata waktu olah TKP kemarin. Mereka betul-betul menguasai wilayah tersebut," ujar Dedi Prasetyo, di Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019. Polisi pun menembak balasan serta mengejar kelompok ini.

    Pada pukul 12.15 WIT setelah situasi dirasa cukup aman dan kondusif, aparat kepolisian melanjutkan olah TKP selama sekitar satu jam. "Sampai dengan saat ini situasi keamanan distrik tersebut dapat dikendalikan Polri bersama TNI," tutur Dedi Prasetyo.

    Brigadir Anumerta Hedar meninggal dunia setelah sebelumnya disandera kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak pada Senin, 12 Agustus 2019 pukul 11.00 WIT dan jenazahnya baru ditemukan pada pukul 17.30 WIT tidak jauh dari lokasi penyanderaan.

    Briptu Hedar telah dimakamkan di Kampung halamannya di Dusun Siawung, Desa Siawung, Barru, Sulawesi Selatan, pada Selasa (13/8) sekitar 500 meter dari rumah duka. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer yang dipimpin oleh Karo SDM Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar Yahanis Ragil dan dihadiri oleh Bupati Barru Suardi Saleh dan disaksikan oleh para keluarga Brigpol Anumerta Hedar serta ratusan pelayat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.