Menjaring Guru Berprestasi dari Pelosok Negeri

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acara Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi kembali digelar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Hotel Mercure Ancol.

    Acara Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi kembali digelar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Hotel Mercure Ancol.

    INFO NASIONAL — Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, guru sebagai tokoh sentral dalam peningkatan pendidikan nasional menghadapi beragam tantangan. Saat ini misalnya, dunia pendidikan menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Selaras dengan itu, guru dan tenaga kependidikan harus mampu mengajarkan dan membimbing peserta didik untuk lima potensi sekaligus, yaitu kemampuan berpikir kritis, kemampuan kreatif dan inovatif, kemampuan dan keterampilan berkomunikasi, bekerja sama dan berkolaborasi, serta mampu menghadirkan kepercayaan diri.

    Sesuai tantangan yang ada, langkah-langkah menghadirkan guru berprestasi terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi yang kembali digelar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada tahun ini.

    Acara pembukaan berlangsung di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019. Rangkaian kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini dibuka Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano, dihadiri para direktur di lingkungan Ditjen GTK, jajaran pejabat Kemdikbud, serta 695 guru dan tenaga kependidikan dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

    “Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi digelar sebagai langkah konkret menyukseskan visi pemerintah yang kini berfokus pada pembangunan manusia, dan semangat HUT ke-74 RI, 'SDM Unggul, Indonesia Maju'. Saya mengimbau agar guru yang hadir di sini terus berkarya, berkreasi, dan berinovasi agar proses pembelajaran di sekolah mampu mentransformasi manusia-manusia Indonesia yang kompetitif,” ujar Supriano.

    Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2019 ini bertema "Guru dan Tenaga Kependidikan Sebagai Agen Transformasi Penguatan SDM”. Disampaikan Sekretaris Ditjen GTK Muhammad Qudrat Wisnu Aji, peserta terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan di setiap jenjang pendidikan. Mereka adalah juara dan finalis di daerah masing-masing yang telah diseleksi sejak Maret 2019 lalu, secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi.

    Mulai Selasa hingga Jumat (13-16 Agustus 2019), guru dan tenaga kependidikan ini akan dinilai oleh dewan juri yang dibentuk Ditjen GTK Kemdikbud. Penilaian tidak hanya fokus pada kompetensi teknis dan akademis, tetapi juga mempertimbangkan kompetensi lain,  seperti profesionalitas dan wawasan kependidikan.

    Pada ajang ini, juga diberi penghargaan untuk guru berdedikasi di daerah khusus, yakni mereka menjalankan peran dan fungsinya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penilaian kategori ini tidak sekadar prestasi, tetapi juga dedikasi mereka dalam menjalankan tugas di wilayah yang memiliki banyak keterbatasan.

    Tersedia hadiah berupa uang, masing-masing Rp 20 juta, Rp 15 juta, dan Rp 10 juta untuk pemenang. Peserta yang belum menang memdapat apresiasi berupa imbalan prestasi senilai Rp 3 juta. Hadiah akan diserahkan pada malam puncak apresiasi, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Sejumlah kegiatan juga diikuti peserta selama berada di Jakarta. Di antaranya mengikuti Sidang Tahunan MPR RI bersama Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2019, dan upacara HUT ke-74 RI pada 17 Agustus 2019 di kantor pusat Kemdikbud. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?