Komisioner KPK Sebut Sulit Cari Hoegeng dan Artidjo Alkostar Baru

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan KPK, Laode M. Syarif, menjawab pertanyaan wartawan seusai menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat malam, 2 Agustus 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Pimpinan KPK, Laode M. Syarif, menjawab pertanyaan wartawan seusai menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat malam, 2 Agustus 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Laode M Syarif merasa sulit menemukan sosok aparat penegak hukum yang jujur dan konsisten menjaga integritasnya seperti mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso dan hakim Artidjo Alkostar.

    Hal ini diungkapkan Laode dalam peluncuran buku Untuk Republik: Kisah-kisah Teladan Kesederhanaan Tokoh Bangsa karya Faisal Basri dan Haris Munandar di Galeri Nasional, Jakarta pada Selasa 13 Agustus 2019. Menurut Laode, buku yang berisi 23 kisah teladan tokoh bangsa itu penting dibaca oleh khalayak.

    "Buku ini menjawab zamannya, sebab dulu saat kita belajar sejarah SD, SMP, SMA ditulis soal ghirah perjuangan mereka. Namun, hanya sedikit dibahas soal seperti apa perilakunya. Buku ini kami apresiasi secara khusus karena sikap teladan tindakan para tokoh bangsa itu sehari-harinya," ujar Laode.

    Laode kemudian menyebut sejumlah nama dalam buku itu, seperti Inggit Garnasih (mantan istri Presiden Soekarno), Wakil Presiden pertama RI Muhammad Hatta, tokoh kebangkitan nasional Haji Agus Salim, Jenderal TNI (Purn) M Jusuf, Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng, Mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa, dan mantan hakim agung Artidjo Alkostar.

    Dari tokoh tersebut, Laode mengaku meneladani kesederhanaan, pengorbanan, kejujuran dan integritas. Namun Laode juga mengaku sedih karena hanya nama itu-itu saja yang muncul seperti Hoegeng, Baharuddin Lopa dan Artidjo.

    "Lagi-lagi hanya Pak Hoegeng, kemudian Pak Baharuddin Lopa. Itu lagi, itu lagi. Masa tidak ada Pak Hoegeng baru? Dari sekian banyak Kapolri?. Kemudian pilihan tokoh lain jatuh kepada Pak Artidjo Alkostar. Tetapi, apakah juga dari sekian banyak hakim hanya Pak Artidjo saja? Pak Baharuddin saja yang jujur dan berintrgritas ? Lantas di mana pengganti mereka bertiga?" katanya.

    Laode menyatakan, keteladanan para penegak hukum itu harus diteladani oleh semua pihak, termasuk dirinya saat ini. "Kalau saya bisa mengakumulasikan sikap hidup mereka, sebanyak 50 persen saja dari mereka, maka saya bisa selamat," kata komisioner yang tengah mengikuti seleksi capim KPK itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.