Pembunuhan di Kabupaten Serang, Ayah dan Anak Ditemukan Tewas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan seorang anak laki laki berusia sekitar empat tahun, ditemukan terkapar di rumahnya Kampung Gegeneng RT 01/RW01 Desa Sukadalam, Kecamata Waringinkurung, Kabupaten Serang, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Dua orang diketahui tewas, yaitu sang suami bernama Rustandi, 32 tahun, dan anaknya Alwi yang berusia sekitar 4 tahun. Istri Rustandi bernama Siti Saadiyah, 25 tahun, ditemukan dalam keadaan luka berat dan dibawa ke Rumah Sakit di Cilegon.

    Sedangkan, ayah dan anak yang meninggal dibawa ke RSUD Drajat Prawiranegara, Kabupaten Serang.

    "Iya, Kapolres sudah menolong korban luka ke rumah sakit dan sudah melakukan olah TKP. Sedang diselidiki pelaku dan motifnya," kata Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Edy Sumardi Priadinata saat dikonfirmasi Antara, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Berdasarkan informasi, kasus yang diduga pembunuhan tersebut diketahui pertama kali oleh saksi bernama Asgari sekitar pukul 06.35 WIB. Saat itu saksi yang juga rekan kerja korban datang ke rumah korban Rustandi. Saat mengetuk pintu rumah korban untuk mengambil peralatan pekerjaan bangunan, pintu rumah korban dalam keadaan terbuka dan saksi mencium bau amis.

    Kemudian saksi masuk ke dalam rumah dan di dalam saksi melihat korban Rustandi dan anaknya Alwi, dalam keadaan tergeletak, diduga sudah tidak bernyawa. Saksi juga melihat satu orang korban lainnya yaitu istri Rustandi bernama Siti Saadiyah masih hidup dalam keadaan luka berat di bagian tangan dan wajah.

    Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut kepada tetangga sekitar dan pihak berwajib.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.