Disindir Soal Muhaimin Dewa di PKB, Begini Kata Dita Indah Sari

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Khusus Menakertrans Dita Indah Sari (kiri), Jubir Kemenlu Michael Tene (kanan) dan Anggota Komisi I DPR Poempida Hidayatulloh (tengah) menjadi narasumber dalam dialog interaktif sebuah radio swasta

    Staf Khusus Menakertrans Dita Indah Sari (kiri), Jubir Kemenlu Michael Tene (kanan) dan Anggota Komisi I DPR Poempida Hidayatulloh (tengah) menjadi narasumber dalam dialog interaktif sebuah radio swasta "Polemik" di Jakarta, Sabtu (28/4). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal PKB Dita Indah Sari mengatakan, Muhaimin Iskandar hampir dipastikan akan dikukuhkan kembali menjadi ketua umum dalam Muktamar PKB di Bali, pada 20-21 Agustus 2019.

    "Sepertinya begitu, karena per hari ini, mayoritas di internal sudah solid," ujar Dita Sari saat dihubungi Tempo pada Selasa, 13 Agustus 2019.

    Dita mengatakan, dipilihnya kembali Muhaimin bukan karena dianggap dewa. "PKB itu egaliter, enggak ada dewa-dewaan. Seluruh DPW dan DPC menyatakan mendukung kembali kepemimpinan Cak Imin karena dinilai sukses," ujar Dita.

    Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta Ujang Komaruddin menilai wacana calon tunggal Muhaimin Iskandar untuk dikukuhkan lagi sebagai ketua umum PKB periode 2019-2024 menimbulkan dua tanda tanya.

    "Tanda tanya pertama, apakah Muhaimin Iskandar masih menjadi dewa sehingga tidak ada kader lain yang mampu bersaing dengannya. Tanda tanya kedua adalah, apakah kader lain yang ingin maju berkompetisi dibuat tidak nyaman dan mungkin digusur dari kepengurusan PKB," kata Ujang Komaruddin kepada Antara melalui telepon di Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.

    Menurut Ujang, adanya calon tunggal dari ketua umum partai politik untuk dikukuhkan kembali pada periode berikutnya adalah bagian dari kondisi kepartaian di Indonesia yang masih mengandalkan figur sentral.

    "Muhaimin mungkin masih menjadi dewa di partainya atau bersikap sangat dominan terhadap kader lain di partainya," ucap Ujang.

    Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu menyayangkan, PKB sebagai partai terbuka, tapi tidak membuka ruang bagi kader-kader terbaik lainnya untuk berkompetisi dengan Muhaimin Iskandar. Hal ini untuk menghidupkan demokrasi di internal partai. "Adanya calon tunggal ini, menunjukkan regenerasi kepemimpinan di PKB tidak berjalan," ujarnya.

    Menjawab berbagai pertanyaan tersebut, ujar Dita, regenerasi di level pimpinan pusat PKB berjalan dengan baik. "Mayoritas pimpinan DPP PKB aktivis-aktivis generasi 90-an. Rotasi jabatan-jabatan politik publik juga berjalan dengan baik. Selalu bergantian dikasih kesempatan," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.