Ikrar Pancasila, Anak Kartosuwiryo Bilang Tak Khianati Ayahnya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sarjono Kartosuwiryo, anak dari eks pimpinan Darul Islam Soekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, usai mengikrarkan diri setia pada Pancasila di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta pada Selasa, 13 Agustus 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Sarjono Kartosuwiryo, anak dari eks pimpinan Darul Islam Soekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, usai mengikrarkan diri setia pada Pancasila di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta pada Selasa, 13 Agustus 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, Sarjono, menyatakan tak mengkhianati ayahnya karena bersumpah setia kepada Pancasila. Ini diungkapkan Sarjono usai pembacaan ikrar yang dilakukan di kantor Kementerian, Hukum, dan Keamanan pada Selasa, 13 Agustus 2019.

    "Setiap saat berubah-ubah perjuangan itu. Dulu berjuang pakai senjata, sekarang senjatanya tidak ada," kata Sarjono.

    Dia mengaku dirinya tetap membayar pajak dan itu menjadi bukti bahwa dia setia kepada NKRI. Sarjono mengatakan, pemerintah tidak menjanjikan apapun di balik ikrar tersebut. "Kami membela negara, mau janji atau tidak, tidak dibayar. Tapi saya perlu dengan negara ini," ujar Sarjono.

    Sarjono merupakan putra Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Tokoh yang memimpin pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah Indonesia pada 1949 hingga 1962.

    Sarjono mengaku akan memanfaatkan momen hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-74 untuk mengajak anggota lainnya mengikuti jejaknya untuk mengakui Pancasila sebagai ideologi bangsa.

    Pembacaan ikrar tersebut dihadiri oleh 14 orang dari Darul Islam/Tentara Islam Indonesia dan Negara Islam Indonesia serta disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?