Kasus Papua, Briptu Hedar Ditembak Kepalanya dari Belakang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri telah mengetahui penyebab kematian Brigadir Polisi Satu (Briptu) Hedar. Ia tewas ditembak dari belakang, tepatnya di bagian belakang kepala, ketika melarikan diri dari penyanderaan kelompok bersenjata di Papua.

    "Ditembak kepala bagian belakang saat berusaha melarikan diri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulisnya hari ini, Selasa, 13 Juli 2019.

    Jasad Hedar akan diterbangkan ke Makassar, kampung halamannya, untuk dimakamkan. Pria berumur 24 tahun itu diduga disandera oleh kelompok bersenjata kemarin, Senin, 12 Agustus 2019, sekitar pukul 11.00 WITA.

    Bripka Alfonso melihat penculikan Hedar. Dia langsung menjatuhkan diri dan bersembunyi. Setelah situasi aman, dia menuju Polsek Ilaga untuk melaporkan kejadian itu. Jasad Hedar ditemukan di tengah pencarian tim gabungan Polri dan TNI.

    Peristiwa mengenaskan itu bermula ketika Hedar bersama Bripka Alfonso Wakum berpatroli sepeda motor di sekitar Kampung Usir dekat Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak, Papua. Ada warga yang memanggil nama Hedar sehingga dia turun dari motor dan menghampiri. Tiba-tiba dari semak belukar muncul sekelompok orang bersenjata api menangkap Hedar lalu membawanya pergi.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.