Hilang Terseret Arus, Mahasiswa KKN UGM Ditemukan Meninggal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), Universitas Gadjah Mada atau UGM Ricky Dwi Hari Yulianto, ditemukan meninggal di Teluk Kaja, Pelabuhan Sei Gohong, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin, 13 Agustus 2019.

    Sebelumnya, Ricky hilang setelah terseret arus sungai saat mandi pada Ahad, 11 Agustus 2019.

    “Korban ditemukan Senin, pukul 18.50 WIB,” kata Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, Senin, 12 Agustus 2019.

    Menurut Iva sejak Ahad lalu, berbagai pihak terkait termasuk Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, juga Kagama (Keluarga Alumni Gadjah Mada) Palangka Raya telah ikut membantu proses penyelamatan dan evakuasi Ricky.

    “Semoga semangat pengabdian dan teladan yang ditinggalkan almarhum tetap hidup di antara kita, dan kiranya keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan ketabahan,” kata Iva.

    Rektor UGM, Panut Mulyono, mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya Ricky. “UGM berduka cita mendalam,” kata Panut.

    Panut juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencarian almarhum, terutama Kepala Adat Bojon Rungan yang menyelam dan menemukan almarhum, Polsek, Koramil, Sekda, Camat, Rektor Universitas Palangkaraya, alumni, Kagama, dan pihak-pihak yang tidak dapat ia sebutkan satu per satu.

    Ricky yang berasal dari Fakultas Kehutanan UGM ini bersama 29 mahasiswa lainnya mengikuti kegiatan KKN selama 2 bulan sejak diterjunkan pada 28 Juni 2019 silam. Mereka ditempatkan di Kelurahan Banturung dan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.


  • UGM
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.