Polri: Iptu Triadi Dipecat Bukan Karena Ojek, Tapi...

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Polisi Satu Triadi, anggota Polri yang dipecat tidak hormat oleh Polri, ternyata masih "membebani" institusi. Santer kabar dia dipecat karena nyambi jadi tukang ojek.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo harus menerangkan alasan Polri memecat Triadi. Dia membantah Triadi dipecat karena menjadi tukang ojek.

    "Jangan memframing ngojeknya karena disersinya itu yang sudah sekian tahun," ucap Dedi di kantornya pada Senin, 12 Agustus 2019. 

    Ramai diberitakan bahwa Triadi dipecat karena membolos kerja selama 62 hari. Ternyata dia sibuk mengojek.

    Dedi menuturkan sebagai polisi Triadi memiliki tugas utama, yakni melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    Triadi sudah menjalani sidang disiplin oleh Komisi Kode Etik (KKE) di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sulawesi Tenggara. Sidang dilaksanakan pada 9 Agustus 2019.

    Dia menyatakan menjadi tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dua juga terlilit utang. Maka Bidpropam merekomendasikan Pemberhentian Tetap Dengan Tidak Hormat (PTDH).

    Dedi menerangkan, Triadi telah dua kali melakukan desersi atau melarikan diri dari tugas atau jabatan tanpa izin dengan tanpa tujuan kembali. Triadi pernah membolos kerja pada 2017 dan menjalani sidang disiplin sesuai Surat Keputusan Hukuman Disiplin (SKHD) Nomor: KEP/04/I/HUK12.10.1/2019/Sipropam 17 Januari 2019.

    Triadi kembali meninggalkan tugasnya pada 1-26 Agustus 2018 atau 20 hari kerja. Dia melakukan lagi secara berturut-turut lebih dari 30 hari kerja sejak dimutasikan sebagai Pama Sat Sabhara Polres Kendari, yakni 27 Agustus 2018 - 15 Oktober 2018 atau 42 hari kerja.

    "Total keseluruhan 62 hari kerja,” ucap Dedi. "Lalai selama sekian tahun  loh, hanya untuk kebutuhannya sendiri. Enggak boleh."

    Triadi dinilai melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri karena meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Hal itu juga melanggar pasal 13 ayat 1 juncto pasal 14 ayat 1 huruf a PP RI nomor 1 tahun 2003 dan pasal 7 ayat 1 huruf e Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.