Ridwan Kamil Enggan Jadi Menteri Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat melepas tim pemeriksa hewan kurban di halaman Gedung Pakuan, Bandung, Rabu, 31 Juli 2019.

    Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat melepas tim pemeriksa hewan kurban di halaman Gedung Pakuan, Bandung, Rabu, 31 Juli 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setuju dengan wacana menteri berusia muda ada di dalam kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

    “Ujung dari proses pembangunan itu hasil akhir. Kalau hasil akhirnya bisa dipercepat dengan kehadiran menteri yang usia muda, karena mobilitasnya lebih giat, lebih gesit, saya kira saya dukung,” kata dia di Bandung, Senin, 12 Agustus 2019.

    Ridwan Kamil mengatakan, keberadaan menteri berusia muda tersebut juga bisa menjadi perwakilan proporsi populasi masyarakat Indonesia. “Mewakili mayoritas populasi Indonesia yang makin lama, usianya menurut prediksi dalam 30 tahun, 60-70 persen berusia muda,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, usia muda juga bukan berarti minus pengalaman. “Kedewasaan tidak di ukur dari umur menurut saya, yang penting, mau senior atau junior, kerjanya bener, terukur, dan menghasilkan perubahan, saya kira itu arahnya, bukan soal mengadu-ngadu generasi,” kata dia.

    Kendati termasuk dalam usia yang relatif muda, Ridwan Kamil mengaku, enggan menjadi menteri di periode kedua Jokowi.“Saya ini harus membuktikan dulu sebagai pemimpin Jawa Barat, baru mulai setahun. Saya lagi semangat membangun Jawa Barat, jadi saya fokus di Jawa Barat,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.