Viktor Laiskodat Sesalkan Perburuan Liar di Taman Nasional Komodo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berkunjung di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Kawasan Taman Nasional Komodo akan menjadi tujuan wisata bagi delegasi usai pertemuan IMF - World Bank di Bali. TEMPO/Tony Hartawan

    Wisatawan berkunjung di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Kawasan Taman Nasional Komodo akan menjadi tujuan wisata bagi delegasi usai pertemuan IMF - World Bank di Bali. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat prihatin kasus perburuan liar di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat yang masih terus terjadi.

    "Kami prihatin dengan kasus perburuan liar yang masih terus terjadi di Pulau Komodo. Kerbau dan Rusa di kawasan Pulau Komodo semakin berkurang akibat ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab," kata Viktor Laiskodat kepada Antara di Kupang, Ahad, 11 Agustus 2019.

    Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan hal itu terkait telah diringkusnya sejumlah pelaku asal Bima, Nusa Tenggara Barat, yang melakukan perburuan liar kerbau dan rusa di Pulau Komodo.

    Dari tangan para pelaku yang telah diamankan Kepolisian Polda NTB diamankan delapan ekor kerbau dan delapan ekor rusa yang telah terbunuh sebagai hasil perburuan liar para pelaku.

    Ia mengatakan, kasus perburuan liar di Komodo harus diusut tuntas dan pelaku harus diproses secara hukum.

    "Kita minta pihak yang berwewenang untuk memroses secara tuntas kasus perburuan liar di Pulau Komodo itu," kata Viktor.

    Ia berharap pengawasan dilakukan Balai Taman Nasional Komodo lebih optimal sehingga kasus perburuan liar terhadap hewan makanan utama Komodo tidak terus terjadi.

    "Mereka di sana yang harus melakukan pengawasan. Tidak mungkin Gubernur harus turun tangan," kata Gubernur Viktor Laiskodat.

    Ia mengatakan, pemerintah NTT sedang menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait pelimpahan pengelolaan TN Komodo kepada pemda NTT, sehingga apabila terjadi kasus itu maka menjadi tangung jawab Gubernur NTT.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.