Jadi Sekjen PDIP Lagi, Hasto Isyaratkan Tak masuk Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di acara tasyakuran hari ulang tahun PDIP ke-46 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2019. Tempo/M Rosseno Aji

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di acara tasyakuran hari ulang tahun PDIP ke-46 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2019. Tempo/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai ditunjuk kembali menjadi Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan tak akan masuk dalam kabinet Jokowi - Ma'ruf Amin. "Saya pribadi menyatakan mohon izin tidak ikut di dalam proses eksekutif dan akan berkonsentrasi di partai," ujar Hasto Kristiyanto di Bali, Sabtu malam, 10 Agustus 2019.

    Dengan ditetapkannya pengurus baru PDIP periode 2019-2024, Hasto meyakini Megawati Soekarnoputri telah memilah kadernya yang akan ditugaskan di DPP dan mana yang akan masuk kabinet. "Saya sendiri merasa terhormat ditugaskan kembali sebagai sekjen dengan tugas yang tidak ringan, justru dengan tugas kedua ini semakin berat akan besarnya harapan rakyat untuk PDIP," ujar Hasto.

    Adapun struktur baru kepengurusan PDIP periode 2019-2024 yang ditetapkan dalam Kongres V PDIP tidak banyak yang berubah, tetap 27 personel. Hanya ada beberapa nama baru yang masuk dan sebagian besar hanya digeser dari jabatan sebelumnya.

    Di jajaran Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal, hanya Ahmad Basarah dan Eriko Sotarduga yang digeser dari kursi wasekjen. Basarah dan Eriko kini masing-masing menempati posisi Ketua DPP Bidang Luar Negeri dan Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga.

    Ketika ditanya apakah menangkap sinyal bahwa Megawati akan mempromosikan ke kabinet Jokowi dengan pergeseran ini, Eriko Sotarduga enggan menduga-duga. "Enggak mungkin saya menebak nasib sendiri. Kami ini di PDIP sifatnya taat pada perintah Ketua Umum," kata Eriko Sotarduga saat ditemui Tempo di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.