Alasan Jokowi 3 Tahun Rayakan Idul Adha di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan salat Idul Adha 1440 Hijriah di Lapangan Astrid Kebun Raya Bogor, Ahad, 11 Agustus 2019. Presiden Jokowi melaksanakan salat Idul Adha bersama warga Bogor dan juga Wali Kota Bogor Bima Arya. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan salat Idul Adha 1440 Hijriah di Lapangan Astrid Kebun Raya Bogor, Ahad, 11 Agustus 2019. Presiden Jokowi melaksanakan salat Idul Adha bersama warga Bogor dan juga Wali Kota Bogor Bima Arya. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah tiga tahun terakhir ini merayakan Lebaran Idul Adha di daerah Jawa Barat.

    Pada 2017, Jokowi melaksanakan salat Ied di Lapangan Merdeka bersama ribuan warga di Kota Sukabumi. Imam salatnya adalah Mahfud Ghozali dan Dedi Ismatullah Mahdi didaulat menjadi khotib. Dedi mengangkat tema "Dengan Semangat Berkurban, Kita Jadikan Revolusi Mental Membangun NKRI" dalam khotbahnya.

    Tak hanya salat Ied, kunjungan Jokowi ke Sukabumi juga dikemas dengan acara pembagian 5.500 sertifikat tanah kepada warga Sukabumi. Seusai salat, ia menyerahkan seekor sapi untuk dikurbankan. Bobot sapi itu 1,4 ton

    Pada 2018, Jokowi menunaikan hari raya bersama dengan masyarakat di Lapangan Tegar Beriman, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 22 Agustus 2018. Imam di Lapangan Tegar Beriman adalah pimpinan Pondok Pesantren Madrosatul Qur'a Al-Falak Ciomas, H Zaenal Abidin, dan khatib KH Suhendra.

    Tahun ini, Jokowi salat bersama masyarakat di Lapangan Astrid, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 11 Agustus 2018. Imam dan khotib pada shalat Ied adalah dosen Sekolah Tinggi An-nuaimy Jakarta, Iqbal Subhan Nugraha.

    Saat ditanya alasannya lebih sering merayakan Idul Adha di Jawa Barat, Jokowi mengaku karena lokasi tempat tinggalnya, Istana Kepresidenan Bogor, berada di Jawa Barat. "Ya kan memangnya tinggal di Jawa Barat, cari yang dekat, biar enggak jauh," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.