Jamaah Haji Mulai Lontar Jumroh

Reporter:
Editor:

Burhan Sholihin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hujan dan suara geledek mengiringi jamaah haji yang beribadah wukuf di Arafah, Sabtu 10 Agustus 2019. (Dok. Tempo.co)

    Hujan dan suara geledek mengiringi jamaah haji yang beribadah wukuf di Arafah, Sabtu 10 Agustus 2019. (Dok. Tempo.co)

    TEMPO.CO, Mina - Sebanyak 2,5 juta jamaah haji Indonesia dari berbagai penjuru dunia mulai masuk tahap akhir prosesi ibadah haji. Seusai wukuf di Arafah pada Sabtu, 10 Agustus 2019, jamaah haji sehabis maghrib menuju Muzdalifah untuk menginap dan mengambil batu jumroh. Mereka kemudian melontar jumroh di Mina dan melaksanakan thowaf di Mekkah.

    “Setelah mabit (menginap) di Muzdalifah, kami melontar jumroh dan sekarang dalam perjalanan menuju Mekkah untuk thowaf,” kata Ketua Umum ASPHURINDO (Asosiasi Penyelenggara Haji, Umroh dan In Bound Tour Indonesia) H. Magnatis kepada Tempo.co, Minggu 11 Agustus 2019 atau 10 Dzulhijjah 1440 H bertepatan dengan hari raya Idul Adha

    Perjalanan Mina ke Mekkah, kata Magnatis, sekitar 7,5 kilometer, sehingga banyak jamaah yang berjalan kaki menuju ke sana. “Tapi bagi yang usia lanjut memilih naik kendaraan,” ujar Magnatis.

    Prosesi haji itu dilakukan oleh jamaah yang mengambil haji jenis nafar awal. Setelah melempar jumroh yang pertama (sebanyak 7 butir kerikil) mereka melakukan thowaf dan sa’i lalu bercukur (tahalul) setelah itu mengganti kain ihram dengan baju biasa.

    Selanjutnya di hari berikutnya, yakni tanggal 11 Dzulhijjah jamaah haji akan melempar 21 batu jumroh dan esoknya 12 Dzulhijjah akan melempar jumroh ketiga dengan 21 batu lagi. Artinya dalam tiga hari melempar 49 batu (7+21+21=49).

    Adapun yang mengambil haji nafar tsani, jamaah akan melempar batu jumroh sebanyak 4 kali, yakni tanggal 10,11,12,13 Dzulhijjah dengan jumlah lemparan 7,21,21,21 sehingga total 70 batu.

    Magnatis menambahkan untuk rombongan yang dia pimpin yakni ASPHURINDO tahun ini memberangkatkan 594 haji reguler dan 60 haji dengan undangan visa Furoda (undangan haji plus). Di antara rombongan ASPHURINDO juga terdapat rombongan haji dari Tabung Haji Umroh.

    Tentang pelaksaan lontar jumroh sendiri, pemerintah Arab Saudi telah mengatur jadwal agar tidak terjadi penumpukan jamaah yang menimbulkan kecelakaan beberapa tahun lalu.

    "Tadi malam kita sudah menerima surat dari Kementerian Haji Arab Saudi melalui Muassasah terkait dengan jadwal lontar jumrah baik tanggal 10, 11, 12, 13. Pada 10 Dzulhijah ketika jemaah sudah melaksanakan mabit di Muzdalifah dan lewat tengah malam menuju Mina, pada saat itulah jemaah mulai akan melakukan lempar jumrah aqobah," kata Kepala Daker Makkah, Subhan Cholid, seperti dikutip Tempo.co dari situs Kementerian Agama.

    Subhan mengatakan pada tanggal 10 Dzulhijjah (11 Agustus) itu, pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa untuk jamaah haji Asia Tenggara termasuk Indonesia dilarang melaksanakan jumrah sampai dengan pukul 10 pagi, dari jam 4 sampai jam 10 pagi.

    Setelah fase kritis ini, Subhan menjelaskan pada tanggal 11 Dzulhijjah free bebas jam berapapun dari dini hari tanggal 11 sampai dini hari tanggal 12 kapan saja bebas jemaah haji Indonesia dan Asia tenggara bebas melempar jumrah.
    "Kemudian tanggal 12 itu dilarangnya waktu jam 10 sampai jam 2, karena nafal awal, jemaah dari seluruh dunia berdesak-desakan mengejar afdholiahnya yang ba'da zawal, nah itu jam 10 sampai jam 2 untuk Asia Tenggara tidak diizinkan untuk melempar jumrah. Lalu kemudian tanggal 13 bebas dari pagi sampai dengan jemaah selesai melakukan nafar tsani," kata Subhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.