Ibunda Sakit Keras, SBY Bolak-Balik ke Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terlihat dari layar, Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono memberika sambutannya saat menggelar tahlilan 40 hari meninggalnya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu malam, 10 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Terlihat dari layar, Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono memberika sambutannya saat menggelar tahlilan 40 hari meninggalnya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu malam, 10 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY harus bolak-balik ke rumah sakit dalam beberapa hari belakangan. Alasannya adalah ibu kandung SBY, Siti Habibah, sedang sakit keras.

    "Sekarang bapak memang sedang bolak-balik ke rumah sakit," kata Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat, Imelda Sari, di Restoran Gado Gado Boplo, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    Imelda mengatakan sakitnya Siti Habibah terjadi sejak dua hari lalu. "Ibunda bapak sedang sakit keras," ujar dia.

    Namun Imelda enggan menyebut penyakit yang diderita Habibah. Ia hanya menyampaikan jika kondisi ibu dari Presiden Indonesia ke-6 ini berlangsung stabil.

    Menurut Imelda, kondisi ini membuat SBY harus siaga menjaga ibunya di rumah sakit. Imbasnya SBY juga terkesan menjauh dari urusan politik. Terlebih belum lama istrinya, Kristiani Herrawati alias Ani Yudhoyono, meninggal dunia.

    "Enggak, beliau sama sekali, bukan beliau menjauhkan diri tapi memang saat ini ibu beliau sakit," ujarnya.

    Selain itu, kata Imelda, SBY saat ini sedang sibuk menulis memoar tentang istrinya. Rencananya memoar ini akan diterbitkan bertepatan dengan peringatan 100 hari kepergian Ani Yudhoyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.