BNPB: Kebakaran Hutan Perburuk Udara Riau dan Kalteng

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau berusaha memadamkan semak belukar yang terbakar saat terjadi kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Rabu, 31 Juli 2019. Satgas Karhutla Provinsi Riau terus berupaya melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau, agar bencana kabut asap tidak terulang kembali. ANTARA

    Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau berusaha memadamkan semak belukar yang terbakar saat terjadi kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Rabu, 31 Juli 2019. Satgas Karhutla Provinsi Riau terus berupaya melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau, agar bencana kabut asap tidak terulang kembali. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyebut sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Kalimantan Tengah memburuk. Menurut data terbaru BNPB yang dilansir hari ini, Sabtu, 10 Agustus 2019, pukul 10.00 WIB, asap di dua kawasan itu semakin meluas.

    "Sebaran asap makin meluas dan tambah banyak baik di wilayah Riau atau Kalimantan Tengah," kata pelaksana harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    Agus menerangkn sebaran asap mengakibatkan kualitas udara di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, menurun pada tingkat kurang sehat. Konsentrasi partikulat PM 10 di kota itu mencapai 173 gram per meter kubik. Sementara, ambang batas normal adalah 150 gram per meter kubik. Di Kota Palangkaraya, kualitas udara masih pada ambang sedang dengan konsentrasi PM 10 berada pada angka 126 gram per meter kubik.

    Di sisi lain, Agus mengatakan asap akibat kebakaran hutan masih terdeteksi di wilayah Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat dengan sebaran ke arah tenggara dan utara. Asap tidak masuk ke negeri tetangga yaitu Singapura dan Malaysia.

    Hasil pantauan satelit yang dipantau BNPB pada pukul 07.00, nyala api masih terdeksi di sejumlah kawasan dengan kategori sedang dan tinggi. Di Riau, BNPB mendeteksi masih ada 126 titik api, sementara di Kalimantan Tengah ada ada 159 titik api kebakaran hutan dan di Kalimantan Barat terdeteksi 533 nyala api. Di Jambi, jumlah titik api relatif sedikit yakni 4 titik, sedangkan di Sumatera Selatan 13 titik dan di Kalimantan Selatan 13 titik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.