Risma Pengurus DPP PDIP, Megawati: Ajaib

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puti Guntur Soekarno mengajak swafoto Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri bersama Wali Kota Tri Rismaharini, Gus Ipul, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, dan Wasekjen Ahmad Basarah. TEMPO/ARTIKA RACHMI FARMITA

    Puti Guntur Soekarno mengajak swafoto Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri bersama Wali Kota Tri Rismaharini, Gus Ipul, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, dan Wasekjen Ahmad Basarah. TEMPO/ARTIKA RACHMI FARMITA

    TEMPO.CO, Sanur - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengumumkan kepengurusan DPP PDIP periode 2019-2024 dalam Rapat Paripurna VI Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, siang ini, Sabtu, 10 Agustus 2019. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma dan Menkumham Yasonna Laoly termasuk di dalamnya. 

    Di kepengurusan yang baru ini, tak banyak wajah baru. "Tadi pagi saya hubungi orang ini dan ternyata mau. Saya pikir ajaib juga kalau mau. Untuk Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tri Rismaharini," ujar Megawati menyentil Risma dalam pidatonya.

    Mega mengungkap alasannya tak banyak mengganti pengurus. "DPP itu kan pembantu ketua umum dalam memerintah. Kalau perombakannya itu sangat banyak, bukan sesuatu hal baik karena kita dalam tahapan agar semua bisa bekerja dengan cepat. Oleh karena itu, saya sudah memutuskan sejak lama, DPP saya adalah mereka yang sejak awal membantu saya," ujarnya.

    Setelah mengumumkan struktur kepengurusan DPP PDIP periode 2019-2024, Megawati langsung melantik mereka.

    Risma menggantikan posisi I Made Urip yang kini menjabat Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Sedangkan Yasonna Laoly tetap pada posisi semula yaitu Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan. 

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.