Menjelang Wukuf, Jemaah Haji Indonesia Bergerak Menuju Arafah

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah calon haji menaiki bukit Jabal Rahmah, saat mereka tiba di Arafah untuk menjalani wukuf, di luar kota suci Mekkah, Arab Saudi, 30 Agustus 2017. Bukit ini diyakini sebagai pertemuan antara Nabi Adam dan Siti Hawa di bumi. AP/Khalil Hamra

    Jemaah calon haji menaiki bukit Jabal Rahmah, saat mereka tiba di Arafah untuk menjalani wukuf, di luar kota suci Mekkah, Arab Saudi, 30 Agustus 2017. Bukit ini diyakini sebagai pertemuan antara Nabi Adam dan Siti Hawa di bumi. AP/Khalil Hamra

    TEMPO.CO, Mekkah -  Jemaah haji Indonesia mulai bergerak dari tempat pondoknya di Kota Mekkah menuju ke Arafah untuk persiapan melakukan wukuf dan rangkaian puncak ibadah haji atau masyair. Pemberangkatan jemaah ke Arafah hari ini, Jumat, 9 Agustus 2019, dimulai pukul 07.00 pagi dan ditargetkan rampung pukul 20.00 waktu setempat.

    “Sejak pagi mulai pemberangkatan jemaah ke Arafah dan di sana sudah ada petugas-petugas," kata Subhan Cholid, Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 di Kota Mekkah, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Subhan Cholid menjelaskan, di Padang Arafah jemaah akan menempati tenda-tenda yang sudah disediakan sesuai dengan maktab-maktab masing-masing. "Pada Sabtu pagi 9 Zulhijah sampai waktu Dzuhur, jemaah memperbanyak amaliah yang dibawa dari rumah masing-masing, kemudian prosesi wukuf salat Dzuhur dan Ashar diqosor, kemudian acara pribadi wukuf,” kata Subhan.

    Tidak ada ketentuan kepada jemaah apakah akan lebih banyak melakukan wukuf di dalam maupun di luar tenda. Mengingat cuaca yang kemungkinan ekstrim karena waktu wukuf bersamaan dengan musim panas di Mekkah, kata Subhan, petugas mengingatkan jemaah sebaiknya mengukur kemampuannya sendiri.

    “Ada yang mengutamakan wukuf langsung di bawah langit. Tapi kalau memberatkan diri bisa di dalam tenda untuk mengurangi rasa panas dari terik matahari secara langsung,” kata Subhan.

    Sebagaimana pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kata Subhan, setelah wukuf saat cuaca sudah mulai teduh jemaah banyak yang naik ke Jabal Rahmah. “Kami mengimbau jemaah untuk memperhatikan arah kembali ke tenda agar bisa pulang sesuai waktu karena begitu terbenam matahari harus menuju Arafah,” katanya.

    Tim Asistensi Kementerian Kesehatan yang dipimpin oleh Kepala Balitbang Kesehatan Kementerian Kesehatan Siswanto menjelaskan seluruh tenaga kesehatan dan sarana prasarana pelayanan sudah siap untuk pelaksanaan ibadah wukuf di Arafah hingga dilanjutkan ke Mina. “Menurut saya sudah siap. Saya kira  sudah ada Tim Gerak Cepat yang untuk Armina itu vital dalam mengurangi kesakitan dan kematian,” kata Siswanto.
    |
    Tim kesehatan juga sudah disiagakan. Mereka antara lain mengunjungi klinik milik Kerajaan Arab Saudi yang nantinya dijadikan rujukan bagi jemaah Indonesia yang membutuhkan bantuan. Di klinik ini akan disediakan satu orang dokter umum, dua dokter spesialis dan beberapa tenaga paramedis.

    Di Arafah, tim asistensi dan rombongan lainnya meninjau Pos Kesehatan Arafah yang dikelola oleh Tim Mobile Bandara. Pos tersebut sudah rampung dan siap untuk melayani jemaah.

    Tidak tersedia pos kesehatan khusus di wilayah Muzdalifah. Ini karena jemaah hanya singgah sesaat untuk mabit dan mengumpulkan kerikil. Meski begitu, tim medis tetap menyiapkan pos-pos sementara dan ambulans untuk membantu jemaaf yang wukuf di Arafah. Ambulans milik Indonesia ditempatkan di lokasi yang mudah diakses.

    Berdasarkan situs Kementerian Agama RI, jumlah petugas yang diberangkatkan ke Arafaf sekitar 900 orang. "Alhamdulillah, pemberangkatan petugas gelombang pertama telah selesai dilakukan," kata Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Asep Subhana.

    Menurut Asep, pemberangkatan petugas tersebut dari Mekkah menuju Arafah berlangsung sejak Kamis, 8 Agustus 2019 mulai pukul 21.00 waktu Arab Saudi. "Tepat dalam waktu tiga setengah jam, petugas gelombang pertama ini telah berhasil menuju Arafah," kata Asep.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.