Puan Maharani Pede Bisa Jadi Ketua DPR

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puan Maharani, anak dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno lolos menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI setelah meraih 404.304 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah 5. TEMPO/Subekti

    Puan Maharani, anak dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno lolos menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI setelah meraih 404.304 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah 5. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bali - Ketua DPP demisioner PDIP Puan Maharani percaya diri alias pede memiliki kapasitas yang memadai untuk menduduki kursi Ketua DPR RI di periode 2019-2024. Puan pun mempersilakan publik melihat rekam jejaknya selama berpolitik.

    "Ya dilihat saja sendiri, bahwa Alhamdulliah saya sudah tiga kali menjadi caleg, kemudian jadi anggota DPR. Dicek sendiri saja suara saya terakhir 404 ribu, suara terbanyak di nasional," ujar Puan di Grand Inna Bali Beach pada Jumat, 9 Agustus 2019.

    Sebagai partai pemenang, kursi Ketua DPR RI memang menjadi jatah PDIP berdasarkan Undang-Undang MD3 yang berlaku saat ini. Puan Maharani disebut-sebut sebagai calon tunggal  Ketua DPR RI yang akan ditunjuk partai. Kendati demikian, ujar Puan, keputusan apakah dirinya akan menjadi Ketua DPR atau tidak, tergantung keputusan partai.

    Maju dari daerah pemilihan Jawa Tengah V, putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu mengantongi suara  tertinggi, 404.034 suara. Partainya juga menduduki peringkat pertama dengan suara terbanyak di parlemen.

    Menurut Pasal 427D UU MD3 susunan dan mekanisme penetapan pimpinan DPR, berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPR. Ketua DPR ialah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama di DPR.

    Wakilnya adalah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Saat ini, PDIP menempati posisi teratas sebagai partai dengan suara terbanyak di Pemilu 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.