Jadi Tersangka KPK, Harta I Nyoman Dhamantra Rp 25,8 Miliar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019. Dhamantra telah menjalani pemeriksaan secara intensif sejak Kamis (8/8), usai dijemput petugas KPK dari Bandara Soekarno-Hatta.  TEMPO/Subekti

    Anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019. Dhamantra telah menjalani pemeriksaan secara intensif sejak Kamis (8/8), usai dijemput petugas KPK dari Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menahan Anggota DPR I Nyoman Dhamantra dalam kasus suap impor bawang. Ia disangka menerima fee sebanyak Rp1.700-1.800 untuk setiap kilogram bawang putih yang diimpor ke Indonesia oleh seorang pengusaha.

    "Bisa dibayangkan berapa nominalnya jika ini terus berlanjut. Semestinya praktek ekonomi biaya tinggi ini tidak perlu terjadi," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam konferensi pers penetapan tersangka, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara KPK, Nyoman terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 2016. Saat itu, ia memiliki harta senilai Rp 25,8 miliar.

    Hartanya terdiri dari 4 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Purwakarta dan Tangerang Selatan. Ditaksir harga aset yang ia miliki itu senilai Rp 20,8 miliar.

    Nyoman juga memiliki 5 kendaraan yakni Mercedes Benz Viano, Kijang Innova, Nissan Teana, Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza senilai Rp 1,3 miliar. Sementara, harta bergerak lainnya yang dimiliki Nyoman senilai Rp 3 miliar.

    Selain itu, Nyoman juga memiliki barang seni senilai Rp 3 miliar dan harta bergerak lainnya sebanyak Rp 11 juta. Terakhir, harta Anggota DPR Komisi VI ini berupa giro dan kas senilai Rp 5,6 juta.

    Total hartanya ini meningkat dibandingkan empat tahun sebelumnya. Pada 2010, harta Nyoman mencapai Rp 21,1 miliar.

    KPK menangkap Nyoman dalam rangkaian operasi senyap yang dilakukan Rabu, 7 Agustus hingga Kamis, 8 Agustus 2019. Pascaoperasi, KPK menetapkan Nyoman dan 5 orang lainnya menjadi tersangka.

    Kelima tersangka lainnya yaitu Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi dan Zulfikar. Ketiganya merupakan tersangka pemberi duit suap. Sedangkan dua orang tersangka lainnya yakni Mirawati Basri, orang kepercayaan Nyoman dan Elviyanto ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama Nyoman.

    KPK menyebut Afung selaku pemilik PT Cahaya Sakti Agro dan Doddy bekerja sama mengurus izin impor bawang putih tahun 2019. Doddy menawarkan bantuan dan menyampaikan jalur lain untuk mengurus rekomendasi impor produk hortikultura dari kementerian Pertanian dan Surat Persetujuan Impor dari Kementerian Perdagangan.

    Upaya pengurusan ini kemudian sampai ke Nyoman Dhamantra. Nyoman meminta fee yakni 1.700-Rp 1.800 per kilogram bawang putih yang diimpor. KPK menyebut fee pengurusan impor bawang putih yang sudah ditransfer yakni Rp 2 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.