Panglima TNI Menerima Gelar Bangsawan dari Kesultanan Kutai

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin penutupan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2019 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 31 Januari 2019. 3 pokok prioritas utama yang akan dilaksanakan oleh seluruh prajurit TNI di tahun 2019 yakni, terkait gangguan keamanan di Papua, rawan bencana, dan mensukseskan Pemilu 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin penutupan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2019 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 31 Januari 2019. 3 pokok prioritas utama yang akan dilaksanakan oleh seluruh prajurit TNI di tahun 2019 yakni, terkait gangguan keamanan di Papua, rawan bencana, dan mensukseskan Pemilu 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Samarinda-Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima gelar bangsawan dari Sultan Kutai Ingmartadipura, Anom Surya. Perwira tinggi bintang empat itu memperoleh julukan baru, Haja Serung atau tokoh disegani di negeri ini. "Istilahnya Haja Serung dari kesultanan dan dibacakan di pesta Adat Erau Tenggarong," kata Sultan Kutai Anom Surya, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Hadi sendiri sudah dua hari ini berada di Kalimantan Timur untuk meninjau lokasi pembangunan lapangan tempur Komando Operasi Khusus (Koopssus) di Manggar, Balikpapan. Koopssus merupakan satuan elit baru dibentuk gabungan tiga unsur matra TNI.

    Anom menuturkan Panglima TNI merupakan salah satu tokoh yang disegani di negeri ini. Karena itu sudah sepantasnya Kesultanan Kutai menganugerahkan gelar kebangsawanan kepada Hadi. “Tidak sembarang orang menerima gelar bangsawan ini,” ujar dia.

    Hadi mengatakan bangga menerima gelar kebangsawanan dari Kesultanan Kutai. Menurutnya penganugerahan gelar tersebut sebagai  kepercayaan masyarakat di Kalimantan Timur. Hadi juga mengatakan pentingnya melestarikan budaya kearifan lokal Kesultanan Kutai yang merupakan kerajaan tertua di Kalimantan Timur.

    "Saya sangat menghormati gelar ini dan berupaya menjaga serta melestarikan kebudayaan lokal yang ditinggalkan oleh bangsa kita," ujarnya.

    Selama di Kalimantan Timur, agenda Hadi lainnya ialah menutup kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-105, Komando Distrik Militer (Kodim) 0901 Aji Suryanata Kusuma. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan upacara komplek GOR Madya Sempaja, Jalan Wahid Hasyim, Samarinda.

    Ia juga meninjau jalan penghubung dua desa di Kelurahan Loa Bahu, Samarinda yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara sepanjang satu kilometer. Selain itu, Hadi juga menghadiri kegiatan penyuluhan bahaya narkoba, bela negara dan cinta tanah air. "Muara dari kegiatan ini adalah mendorong minat pemuda-pemudi menjadi anggota TNI. Sebelumnya hal sama juga digelar di Banten," ujar dia.

    S.G. WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?