Di Kongres V PDIP: Prabowo Tertawa Lepas, Ekspresi Surya Paloh Datar

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam acara kongres V PDIP, Di sayap kanan,  Puan Maharani duduk di sebelah Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Di sayap kiri, Prananda Prabowo duduk sejejer dengan para Ketua Umum KIK.

    Dalam acara kongres V PDIP, Di sayap kanan, Puan Maharani duduk di sebelah Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Di sayap kiri, Prananda Prabowo duduk sejejer dengan para Ketua Umum KIK.

    TEMPO.CODenpasar - Ekspresi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh kontras ketika mendengar pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di acara pembukaan Kongres V PDIP di Grand Inna Bali pada Kamis, 8 Agustus 2019.

    Prabowo tampak berkali-kali tertawa lepas saat disindir maupun dipuji Megawati. Sementara, eksepresi Surya Paloh tampak biasa saja ketika beberapa kali Megawati menyindir tokoh-tokoh partai dibalut dengan seloroh.

    Megawati dalam pidatonya sempat menyindir Prabowo yang pernah memindahkan posko pemenangannya ke Jawa Tengah. "Pak Prabowo pindah posko. Tak suruh banteng meluruk, serbuuuuu," ujar Megawati bersorak, kemudian disambut tawa peserta kongres.

    Menurut Megawati, perintah dan kepiawaiannya itu telah membuat Jokowi tetap menang di Jawa Tengah. "He-he, benar lho Mas Bowo. Makanya kalau nanti...ya enggak tahu dong.....tolong deket-deketin saya, ya," ujar Megawati sambil tertawa dan berkedip mengharap Prabowo Subianto.

    Mendengar kalimat itu, Prabowo tertawa lepas dan langsung berdiri dan memberi hormat kepadanya Megawati Soekarnoputri. Diketahui, saat ini Gerindra disebut tengah merapat ke koalisi Jokowi, setelah kalah dalam pilpres 2019 lalu.

    Megawati juga blak-blakan meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi dalam kesempatan itu. "Saya meminta dengan hormat kepada bapak presiden, PDI Perjuangan harus masuk kabinet dengan jumlah menteri terbanyak," ujar Mega.

    Mega juga emoh jika hanya mendapat jatah empat menteri di kabinet mendatang. "Jangan nanti (Jokowi) bilang, Ibu Mega, saya kira karena PDIP sudah banyak, di DPR juga sudah, PDIP empat aja. Wah, hee emoh, tidak mau, tidak mau, tidak mau," ujar Megawati bersorak. Mendengar kalimat itu, para peserta kongres tertawa. Namun, Surya Paloh tampak datar biasa saja sambil menggaruk-garuk jenggotnya.

    Usai acara, Surya Paloh merespon positif pidato Megawati. "Memang bergelora dengan penuh semangat optimisme ya kan? Itulah kesan saya," ujar Paloh.

    Dia juga merespon positif kehadiran Prabowo Subianto di acara kongres V PDIP. "Bagus. Artinya baik, artinya musyawarah dan mufakat, adat istiadat, semangat kekeluargaan dapat kita rasakan suasananya itu saja," ujar Surya.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.