Keluarga Mbah Moen Tak Ingin Perpanjang Kisruh di Pemakaman Ma'la

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri ke kanan) Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa wartawan sebelum bertemu dengan pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    (Kiri ke kanan) Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa wartawan sebelum bertemu dengan pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Mekkah - Putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen, mewakili keluarga besarnya menyatakan keinginannya agar kisruh siapapun yang memimpin doa saat pemakaman sang ayah tak lagi diperpanjang.

    “Semua warga bahkan bukan hanya Indonesia tapi dunia ingin mendoakan beliau, tidak usah diperpanjang memang ini kehilangan kita semua tokoh kita semua sang pemersatu umat,” katanya di Jarwal, Mekkah, Kamis.

    Taj Yasin mendapatkan privilege visa dari Pemerintah Saudi bersama 7 saudaranya yang lain di antaranya Kiai Majid Kamil, Gus Rouf, dan Gus Anam untuk datang ke Mekkah setelah meninggalnya sang ayah pada Selasa, 6 Agustus 2019.

    Pada kesempatan itu, Taj Yasin yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah hadir dalam acara Silaturahmi NU se-Dunia ke-18 di Jarwal, Mekkah.

    Sebagai wakil dari keluarga Mbah Moen ia menyatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga NU karena sudah mendoakan Mbah Moen.

    Baca: Dubes Agus: Rizieq Shihab Serobot Doa di Pemakaman Mbah Moen

    Keluarga sendiri, sebut dia sama sekali tidak berkeberatan Mbah Moen dimakamkan di Mekkah.

    “Enggak ada keberatan karena memang sudah jelas beliau menghendaki meninggal di Mekkah, dimakamkan dekat Siti Khadijah, beliau selalu melantunkan kasidah Sayyidah Khadijah,” dia menjelaskan.

    Mbah Moen bahkan selalu mempertanyakan amalan apa yang dilakukan Kiai Nawawi Al-Bantani (buyut KH Ma’ruf Amin) sehingga bisa meninggal di Mekkah.

    Mbah Moen sangat ingin meneladani Kiai Nawawi yang meninggal di Mekkah dan dimakamkan di Ma’la.

    Taj Yasin berangkat ke Arab Saudi pada 7 Agustus 2019 atau sehari setelah ayahnya berpulang.

    “Sudah ke pemakaman, langsung umrah, langsung sowan kepada beliau. Ibu juga alhamdulillah sehat,” katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?