KPK Cokok Politikus PDIP, Djarot: Kalau Korupsi, Pecat di Tempat

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Steering Comitee Kongres V PDIP Djarot Saiful Hidayat dalam konferensi pers menjelang Kongres PDIP di Grand Inna Beach, Bali pada Rabu, 7 Agustus 2019. Dewi Nuria/TEMPO

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Steering Comitee Kongres V PDIP Djarot Saiful Hidayat dalam konferensi pers menjelang Kongres PDIP di Grand Inna Beach, Bali pada Rabu, 7 Agustus 2019. Dewi Nuria/TEMPO

    Jakarta - Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi, Djarot Saiful Hidayat merespon tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencokok Anggota DPR Komisi VI dari Fraksi PDIP Nyoman Dhamantra pada hari ini, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Kader PDIP asal Bali itu kini tengah dibawa ke gedung KPK untuk diperiksa terkait operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Jakarta pada Rabu malam hingga Kamis, hari ini. KPK belum menjelaskan status Nyoman mengapa diperiksa.

    Djarot mengaku bahwa dirinya belum mendengar kabar tersebut. Tapi yang jelas, ujar Djarot, Megawati sudah menegaskan sikap partai seandainya ada partai yang melakukan hal-hal yang tidak sesuai perintah partai, seperti korupsi. "Ibu Mega bilang, kalau mereka ada yang seperti itu, itu bukan kader kita. Kalau dia nganu (korupsi), pecat ditempat," ujar Djarot di Grand Inna Bali Beach pada Kamis, 8 Agustus 2019.

    Nyoman sebelumnya diketahui berada di Bali untuk mengikuti Kongres PDIP yang digelar di pulau tersebut. Tim KPK membawa Nyoman dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Ia tiba di Gedung KPK sekitar pukul 14.00. Pada malam harinya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato di Malam Budaya Kongres. Mega sempat berapi-api ketika berbicara soal komitmen partai menentang korupsi. Namun, Mega meminta pidatonya tersebut tidak dikutip media.

    Secara terpisah, KPK menangkap 11 orang lainnya dalam kasus ini, yakni orang kepercayaan Nyoman, pengusaha importir dan sopir. Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyebut tim mendapat informasi akan terjadi transaksi terkait rencana impor bawang putih ke Indonesia. Di lapangan, KPK menemukan dugaan bahwa penyerahan duit tersebut dilakukan melalui sarana perbankan. "Tim KPK mengamankan bukti transfer sekitar Rp2 miliar," kata Basaria.

    Selain itu, kata Basaria, tim KPK menemukan sejumlah mata uang Dolar Amerika dari orang kepercayaan Nyoman. KPK mempunyai waktu 24 jam untuk menentukan status perkara dan status hukum orang yang ditangkap. Perkembangan perkara ini bakal diumumkan KPK dalam konferensi pers nanti malam.


    DEWI NURITA | ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.