Kemenpan RB Rancang Kebijakan PNS Bisa Kerja dari Rumah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah CPNS mengikuti Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Sejumlah CPNS mengikuti Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan pegawai negeri sipil (PNS) di masa yang akan datang bisa bekerja dari rumah.

    "Ciri-ciri dari birokrasi 4.0 lebih efisien, lebih akurat, lebih cepat. Nanti ada fleksibilitas dalam kerja. Kami sedang merencanakan itu. Kerja dari rumah bisa, kerja dari ujung sana juga bisa," kata Setiawan dalam Forum Merdeka Barat di Kemenpan RB, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Setiawan mengatakan, pemerintah sedang mendesain sebuah sistem kerja PNS yang bisa meniru perusahaan rintisan atau startup. Sebab, pemerintah menargetkan pada 2024, sebanyak dua juta atau setengah dari total aparatur sipil negara (ASN) saat ini sudah diisi oleh pegawai-pegawai berbasis IT.

    Karena itu, sejak beberapa tahun belakangan, perekrutan ASN pun menggunakan sistem computerized. Sehingga, calon-calon yang lolos seleksi ASN merupakan orang-orang yang melek teknologi.

    Di samping itu, berdasarkan data Global Talent Competitiveness Index 2018, Indonesia berada pada peringkat 77 dari 119 negara. Salah satu kelemahannya karena mendapatkan skor kecil untuk indikator global knowledge skills, khususnya penguasaan IT.

    Setiawan meyakini, pegawai ASN yang melek teknologi bakal menjadi tulang punggung pemerintahan. Sebab, birokrasi berkelas dunia memiliki ciri-ciri berintegritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, IT menjadi mutlak, pertambahan bahasa, hospitality, networking, dan enterpreneurship.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.