Polri Hidupkan Satgas Antimafia Sepak Bola Jilid II

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono tiba di PN Jakarta Selatan dengan tangan diborgol  untuk menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Senin, 6 Mei 2019. Dalam kasus ini, ia disangka memerintahkan anak buahnya untuk merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono tiba di PN Jakarta Selatan dengan tangan diborgol untuk menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Senin, 6 Mei 2019. Dalam kasus ini, ia disangka memerintahkan anak buahnya untuk merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menghidupkan kembali Satgas Antimafia Sepak Bola. Satgas tersebut akan berjalan selama empat bulan sejak 6 Agustus 2019.

    "Sekarang ada Satgas Antimafia Bola Jilid II. Satgas masih dipimpin oleh Pak Hendro (Brigadir Jenderal Hendro Pandowo)," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 8 Agustus 2019.

    Dedi mengatakan, hidupnya kembali satgas ini dikarenakan adanya apresiasi dari masyarakat, khususnya penyuka olahraga sepak bola Indonesia, yang menginginkan pertandingan di Indonesia bisa terselenggara dengan bersih.

    Selain itu, diakui Dedi masih ada beberapa perkara yang belum selesai. "Kasus Sigit Waluyo, Hidayat, ternyata masih harus disempurnakan lagi," ujar dia.

    Satgas jilid II ini nantinya tidak hanya fokus di tingkat pusat, tetapi menyebar ke 13 wilayah. Namun Dedi tidak membeberkan lebih rinci wilayah mana saja yang menjadi fokus pengejaran kasus. "Pokoknya 13 wilayah itu sesuai dengan wilayah di mana liga itu digelar," kata Dedi.

    Sebelumnya, dalam periode pertama, satgas meringkus 16 orang yang terlibat dalam praktik kecurangan pengaturan skor di berbagai liga pertandingan. Seluruhnya sudah ditahan. Namun, hanya sebagian yang sudah menyandang status terpidana.

    Salah satunya adalah mantan Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Ia dihukum 1,5 tahun penjara karena dianggap telah terbukti bersalah menggerakkan orang untuk merusak barang bukti dalam perkara pengaturan skor Liga Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.