Menteri Agama: 520 Kuota Haji Tak Terserap, Dalam Batas Wajar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim berdoa di Masjidil Haram selama haji tahunan di kota suci Mekah, Arab Saudi, 6 Agustus 2019. REUTERS/Umit Bektas

    Umat Muslim berdoa di Masjidil Haram selama haji tahunan di kota suci Mekah, Arab Saudi, 6 Agustus 2019. REUTERS/Umit Bektas

    TEMPO.CO, Mekkah -  Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut 520 kursi kuota haji yang tidak terserap tahun ini masih dalam batas kewajaran karena bahkan tidak mencapai setengah persen dari total seluruh jamaah Indonesia.

    “Angka 520 itu hanya 0,24 persen dari total 214 ribu jamaah (reguler) kita jadi dari sisi deviasi sebenarnya masih dalam batas yang tidak sampai setengah persen begitu,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Mekkah, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Menurut dia, kuota yang tidak terpakai itu menjadi sesuatu yang selalu tidak terhindarkan dari tahun ke tahun. Bahkan tahun ini ia merasa bersyukur angka yang tidak terserap itu jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    “Padahal tambahan kuota 10.000 itu sudah menjelang akhir persiapan kita. Mengapa saya katakan tidak terhindarkan karena selalu ada saja menjelang akhir penutupan pendaftaran, menjelang awal keberangkatan itu ada saja dari 214.000 jamaah kita yang membatalkan diri,” katanya.

    Berbagai sebab menjadi faktor pembatalan di antaranya karena sakit, meninggal, atau urusan kesibukan yang sudah tidak memungkinkan untuk digantikan lagi karena persoalan pengurusan administrasi.

    “Ketika pembatalan itu terjadi last minutes yang tidak memungkinkan lagi untuk diganti secara prosedural karena penyiapan visa dan paspor itu kan masalah waktu yang tidak memungkinkan lagi karena sudah closing date maka ya memang kuota itu tidak bisa digunakan,” katanya.

    Ia mencontohkan dari lebih 200 ribu orang hampir tidak mungkin bisa terserap 100 persen secara optimal. Lukman menegaskan hal itu sesuatu yang dari tahun ke tahun selalu ada.

    Ia justru bersyukur karena haji yang diselenggarakan pemerintah Indonesia adalah bentuk kerja sama operasi yang luar biasa yang melibatkan banyak pihak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?