Ijtima Ulama IV, Jimly Asshiddiqie: Gak Usah Dianggap Serius, Orang Lagi Marah

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua ICMA Jimly Assidiqie, menberikan keterangan terkait Perppu Ormas dan mendukung pembubaran HTI, di gedung ICMI, Jakarta, 8 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua ICMA Jimly Assidiqie, menberikan keterangan terkait Perppu Ormas dan mendukung pembubaran HTI, di gedung ICMI, Jakarta, 8 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta  - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Jimly Asshiddiqie mengatakan rekomendasi dari hasil Ijtima Ulama IV tak perlu dianggap serius. "Enggak usah dianggap serius lah. Orang lagi marah, lagi kecewa," kata Jimly di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Jimly mengatakan, pemilu secara hukum sudah selesai. Namun, secara sosial politik masih perlu waktu untuk benar-benar selesai karena masih ada sebagian kelompok yang masih kecewa dengan hasil pemilu. "Nanti secara alamiah akan reda. Sabar saja," ujarnya.

    Menurut Jimly, sudah tidak ada lagi pendukung 01 maupun 02 (nomor pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Pendukung 01 merujuk pada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, sedangkan 02 adalah pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    "Sekarang sudah ada 03. Tapi jangan lupa, 1, 2, 3, 4, 5 itu satu kesatuan" ucapnya.

    Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan Front Pembela Islam (FPI) menggelar Ijtima Ulama IV pada Senin lalu. Berdasarkan situasi politik terkini, ijtima keempat menelurkan delapan rekomendasi.

    Rekomendasi diputuskan berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti sesungguhnya semua ulama ahlussunah waljamaah telah sepakat penerapan syariah dan penegakan khilafah, serta amar maruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam.

    Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah NKRI syariah berdasarkan Pancasila, pemulangan Rizieq Shihab tanpa syarat, menolak kekuasaan yang berdiri atas dasar kecurangan dan kezaliman serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.