Kata Panglima TNI Soal Jokowi Copot Pangdam Tak Tangani Karhutla

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat salah satu titik api kebakaran lahan di Desa Suak Pangkat, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Aceh, Rabu, 31 Juli 2019. Petugas BPBD Aceh dibantu warga terus berusaha melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat agar tidak terus meluas. ANTARA

    Warga melihat salah satu titik api kebakaran lahan di Desa Suak Pangkat, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Aceh, Rabu, 31 Juli 2019. Petugas BPBD Aceh dibantu warga terus berusaha melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat agar tidak terus meluas. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, ancaman Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk memecat Pangdam yang tak bisa menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan resiko jabatan. "Itu memang tanggung jawab jabatan," kata Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Jokowi mengadakan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Istana Negara, hari ini. Jokowi menyesalkan titik panas tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Ia pun mengancam akan mencopot Kapolda dan Pangdam yang tak bisa mengatasi karhutla.

    "Aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku. Saya kemarin sudah telepon Panglima TNI, saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi, 3 atau 4 hari yang lalu kepada Kapolri, copot kalau enggak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan," ujar Jokowi.

    Jokowi mengatakan, dibanding 2015, jumlah titik panas di tahun ini memang jauh menurun. Kebakaran hutan dan lahan pada 2015 memang menjadi bencana besar bagi negara, yang membuat 2,6 juta hektare lahan terbakar dan negara merugi Rp 221 triliun.

    Meski tahun ini jumlahnya menurun hingga 81 persen dari 2015, namun Jokowi menilai jumlah hot spot 2019 meningkat jika dibanding tahun lalu. "Ini yang tidak boleh. Harusnya tiap tahun turun, turun, turun terus. Menghilangkan total memang sulit tetapi harus tekan turun," kata dia.

    Jokowi mengatakan hal ini akan terus ia ingatkan, karena mungkin ada pejabat baru dilantik dan belum tahu aturan ini. ia mengatakan tak mau bencana karhutla 2015 terulang kembali. Karena itu, selain penanganan karhutla, pencegahan pun sama pentingnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.