Panglima TNI Menegaskan Siswa Akmil Keturunan Prancis WNI

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memimpin upacara gelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Yustisi POM TNI Tahun 2019, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019. Operasi Gaktib dan Yustisi 2019 dilaksanakan sebagai upaya untuk menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran serta perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI dan Polri. TEMPO/Imam Sukamto

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memimpin upacara gelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Yustisi POM TNI Tahun 2019, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019. Operasi Gaktib dan Yustisi 2019 dilaksanakan sebagai upaya untuk menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran serta perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI dan Polri. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan siswa Akademi Militer bernama Enzo Zenz Ellie merupakan warga negara Indonesia. "Ya, dari persyaratan saja masuk ke daftar militer harus WNI," kata Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Sosok Enzo sebelumnya viral dalam sebuah video di media sosial. Di video itu, Enzo diwawancarai Hadi dengan bahasa Prancis. Enzo merupakan pria keturunan, bapaknya berasal dari Prancis sedangkan ibunya asal Sunda.

    Di video itu, Hadi sedang meninjau proses seleksi calon taruna Akademi Militer TNI Kemudian, ia mengajukan beberapa pertanyaan kepada Enzo, seperti ingin menjadi apa setelah lulus. Enzo pun menjawab, "Siap Infanteri Komando."

    Hadi menjelaskan bahwa Enzo pernah bersekolah di Prancis hingga sekolah dasar. Ketika ayahnya meninggal, Enzo ikut ibunya ke Indonesia dan bersekolah di pondok pesantren dari SMP hingga SMA.

    Menurut Hadi, Enzo bisa lolos Akmil karena telah memenuhi syarat secara fisik dan psikologis. "Yah dilihat dari seleksinya memenuhi syarat vital itu pull up-nya, larinya. Ya itu dihitung semua secara fisik kemudian psikologinya semuanya memenuhi syarat," ujar dia.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.