Mengenang Mbah Moen di Antara Jokowi dan Prabowo dalam Pilpres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, berdoa bersama Habib Luthfi Bin Yahya dan Mbah Moen sebelum menuju Konser Putih Bersatu di Hotel Fairmont, Jakarta, 13 April 2019. Jokowi mendapatkan tasbih dan sorban dari Habib Luthfi Bin Yahya dan Mbah Moen. Istimewa

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, berdoa bersama Habib Luthfi Bin Yahya dan Mbah Moen sebelum menuju Konser Putih Bersatu di Hotel Fairmont, Jakarta, 13 April 2019. Jokowi mendapatkan tasbih dan sorban dari Habib Luthfi Bin Yahya dan Mbah Moen. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Maimun Zubair atau Mbah Moen yang meninggal dunia Mekah, Arab Saudi pada Selasa, 6 Agustus 2019 bukan cuma tokoh besar di bidang agama. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ahmad Basarah menyebut Maimun sebagai sosok ulama besar yang juga nasionalis.

    "Kita telah kehilangan ulama besar dan seorang tokoh bangsa yang perjuangan hidupnya menjadi panutan dan suri teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam satu tarikan nafas," kata Basarah dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Kiai ini juga seorang sosok penting dalam peta politik lokal maupun nasional. Setiap momentum politik, baik pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden, Maimun acap dikunjungi oleh para calon yang akan ikut kontestasi.

    Dalam kontestasi pemilihan presiden 2019 lalu, Maimun mendukung calon inkumben Joko Widodo atau Jokowi. Dalam acara "Sarang Berzikir Indonesia Maju" yang digelar Jumat, 1 Februari lalu, Mbah Moen mengisyaratkan dukungannya berlabuh kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

    "Saya hanya menyampaikan, banyak orang menunggu-nunggu saya pilih siapa, ya (pilih) yang dekat saya, saya tidak mengajak, semua punya kebebasan masing-masing, tapi yang dekat saya malam ini saja, yang dekat saja," kata Mbah Moen yang duduk bersebelahan dengan Jokowi.

    Doa yang dilontarkan Maimun dalam acara itu juga sempat menuai perhatian publik lantaran adanya salah ucap. Mbah Moen bukannya menyebut nama Jokowi, melainkan Prabowo Subianto yang menjadi pesaing Jokowi di Pilpres 2019.

    "Ya Allah, hadza ar rois, hadza rois, Pak Prabowo ij'al ya ilahana," kata Maimun dalam rekaman video yang beredar.

    Maimun membacakan doa sambil melihat secarik kertas kuning yang dia keluarkan dari sakunya. Doa ini dibacakan Maimun dalam bahasa Arab.

    Diketahui, potongan doa Maimun Zubair itu kurang lebih memiliki arti 'ya Allah, inilah pemimpin, inilah pemimpin Prabowo, jadikan, ya Tuhan kami'. Petikan doa yang terselip nama Prabowo itu terekam di menit ke 3 lewat 40 detik dari video berdurasi 6 menit 37 detik.

    Kemudian, Maimun dihampiri oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy alias Romi usai membacakan doa. Setelah itu, Dewan Syariah PPP kembali berdoa seperti meralat ucapannya sebelumnya. "Jadi saya dengan ini, untuk menjadi, siapa yang ada di samping saya ya Pak Jokowi," katanya.

    Menurut Romahurmuziy kala itu, Mbah Moen jelas melafalkan "hadza rois" atau presiden ini dan mendoakan untuk menjadi presiden kedua kalinya. "Jelas di sini, siapa yang dimaksud menjadi presiden kedua kalinya, tentu merujuk Pak Jokowi. Beliau saat ini menjadi presiden di periode pertama."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.