Atasi Kebakaran Lahan dan Asap, Riau Kerahkan 4 Helikopter

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pantauan dari udara kebakaran lahan gambut di kawasan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Senin, 5 Agustus 2019. BPBD Sumsel mencatat per awal Agustus, Ogan Ilir menjadi kabupaten dengan wilayah kebakaran lahan terluas yaitu seluas 121,5 hektare dari enam wilayah rawan kebakaran lahan dan hutan di Sumsel. ANTARA

    Pantauan dari udara kebakaran lahan gambut di kawasan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Senin, 5 Agustus 2019. BPBD Sumsel mencatat per awal Agustus, Ogan Ilir menjadi kabupaten dengan wilayah kebakaran lahan terluas yaitu seluas 121,5 hektare dari enam wilayah rawan kebakaran lahan dan hutan di Sumsel. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan  Provinsi Riau menerbangkan empat helikopter ke Pelalawan dan Siak, yang kini tengah bermasalah dengan api dan asap akibat kebakaran lahan.

    "Hari ini empat helikopter kami terbangkan untuk membantu Satgas Darat mengatasi kebakaran di Pelalawan dan Siak," kata Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Selasa.

    Pelalawan dan Siak secara geografis berbatasan langsung dengan Pekanbaru. Lebih dari sepekan puluhan titik panas bertahan di dua kabupaten kaya sumber daya alam itu. Akibatnya, kebakaran gambut yang melanda wilayah itu menyebabkan kabut asap pekat hingga menyelimuti Kota Pekanbaru.

    Pagi ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan jarak pandang di Pekanbaru hanya berkisar 2.000 meter akibat tertutup asap. Kondisi serupa terjadi di Pelalawan dan Siak.

    Untuk itu, dia mengatakan pemadaman difokuskan ke dua wilayah terdampak kebakaran tersebut. Keempat helikopter yang diterbangkan ke lokasi titik api tersebut jenis Kamov, MI 171 dan dua unit Bell 412.

    Sejatinya, Edwar mengatakan, terdapat delapan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disiapkan untuk memadamkan kebakaran lahan di Riau. Namun beberapa di antaranya harus menjalani perbaikan rutin, di antaranya adalah tipe Kamov KA-32 yang sebelumnya sudah melakukan aksi water bombing sebanyak 4.799 kali sejak awal Januari 2019. Selanjutnya tipe Mi8-MTV stanby dan menunggu instruksi BNPB, telah melakukan water bombing 1.980 kali.

    Heli tipe Mi8-MTV yang sebelumnya telah melakukan 869 kali operasi. Heli tipe Sikorsky S61 dengan water bombing sebanyak 3.019 kali, dan sedang dalam perbaikan setelah 100 jam terbang.

    Lebih jauh, Edwar menyebutkan, luas lahan yang terbakar sejak awal Januari hingga saat ini mencapai 4.582,62 hektare. Angka itu meluas hingga lebih dari 500 hektare dalam dua pekan terakhir.

    Kabupaten Bengkalis menjadi penyumbang kebakaran terluas dengan total mencapai 1.480 hektare. Kemudian diikuti Rokan Hilir 966 Ha, Dumai 304 Ha, Siak 579 Ha, Meranti 252 Ha, Pekanbaru 87,7 Ha, Kampar 104 Ha, Indragiri Hilir 494 Ha, Indragiri Hulu 104 Ha, Rokan Hulu 2,25 Ha, Pelalawan 195 Ha, dan Kuansing 5,1 Ha.

    Di Pelalawan, upaya pemadaman melalui jalur darat terus dilakukan dengan melibatkan regu pemadam kebakaran PT RAPP. Sementara di Indragiri Hilir yang hingga kini juga membara terus dilakukan pemadaman secara komprehensif melibatkan seluruh pihak, termasuk PT SRL.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.