Mbah Moen Wafat, Prabowo Ajak Masyarakat Salat Gaib

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, merupakan ahli fikih, sekaligus penggerak organisasi keagamaan maupun di kehidupan politik. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, merupakan ahli fikih, sekaligus penggerak organisasi keagamaan maupun di kehidupan politik. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya ulama senior Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen. Ucapan dukacita ini disampaikan oleh juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak.

    "Innallilahi wa innailahi rojiun. Saya turut berduka cita atas wafatnya KH Maimun Zubair (Mbah Moen), insyaallah beliau husnulkhatimah," kata Prabowo sebagaimana disampaikan Dahnil kepada wartawan, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Prabowo pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan Mbah Moen. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu mengajak masyarakat Islam menggelar salat gaib.

    "Saya mengajak, khususnya umat Islam mari kita doakan beliau dengan menggelar salat gaib di masjid-masjid dan pesantren di seluruh Indonesia," kata Prabowo.

    Dahnil mengimbuhkan, Mbah Moen adalah ulama karismatik yang banyak diikuti umat. Dia pun menyebut meninggalnya kiai berusia 90 tahun itu menimbulkan rasa kehilangan bagi banyak orang.

    "Di mata saya beliau ulama yang mampu membimbing umat untuk tetap merawat keislaman yang harmoni dengan ke-Indonesiaan," kata tokoh muda Muhammadiyah ini.

    Maimoen Zubair meninggal di Mekkah, Arab Saudi pada pukul 04.17 waktu setempat. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu diketahui tengah menunaikan ibadah haji di kota suci.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.