Soal Pembagian Kursi MPR, PKS: Sebagai Oposisi Kami Ikuti Aturan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (tengah) saat ditemui wartawan seusai menghadiri acara Milad PKS Muda di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad, 28 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (tengah) saat ditemui wartawan seusai menghadiri acara Milad PKS Muda di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad, 28 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta-Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman mengatakan partainya akan mengikuti mekanisme pemiliha ketua Majelis Permusawaratan Rakyat sesuai undang-undang yang berlaku.

    "Sebagai oposisi, saya kira kita ikuti saja mekanisme undang-undang. Bagi PKS semua sudah ada aturannya, kita ikuti saja," kata Sohibul dalam acara Pembekalan Nasional Calon Anggota DPR RI dan DPRD PKS di Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019.

    Ketika ditanya apakah PKS masih memiliki beban atas pembagian kursi di legislatif, Sohibul justru bertanya kepada Sekretaris Jenderal PKS, Mustafa Kamal. "Ya, gimana, Pak Sekjen? Ada beban gak? Ha-ha-ha," katanya.

    Lebih lanjut Sohibul mengatakan pihaknya realistis bahwa dalam kontestasi demokrasi, ada urutan pemenangnya dan kursi MPR adalah paket yang disiapkan oleh pemerintah.

    "Tapi secara logika, kalau kami ingin ikut paket, ya, kami harus bersama pemerintah. Kalau kami tidak bersama pemerintah kan berarti kami tidak punya paket. Ya sudah lah, kami gak pa-pa," katanya.

    Meski demikian Sohibul mengatakan sebelumnya PKS pernah memiliki obrolan bersama Partai Gerindra dan PAN mengenai sistem paket. Namun ketika koalisi Adil Makmur dibubarkan, bahasan itu tak lagi diketahui PKS. "Teman-teman kan ikut merapat ke sana (kubu Jokowi), ya, berarti pembicaraannya ada di sana," katanya.

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.